SketsaNusantara.id - Lapis legit adalah salah satu jenis kue basah khas Indonesia dengan cita rasa yang manis dan tekstur lembut namun kuat.
Lapis legit pertama kali dikembangkan pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia yang terinspirasi dari kue lapis Eropa yang bernama "Spekkoek".
Berbagai rempah-rempah yang digunakan untuk membuat kue lapis legit ini memang yang mayoritas disukai oleh orang Eropa.
Baca Juga: Makam Astana Srandil, Situs Wisata Religi Makam Islam Nusantara di Ponorogo Provinsi Jawa Timur
Rempah-rempah tersebut di antaranya ada kapulaga, kayu manis, cengkeh, bunga pala, dan adas manis sehingga menghasilkan rasa yang khas.
Bahan-bahan lainnya yang digunakan dalam pembuatan lapis legit ini di antaranya ada kuning telur, tepung terigu, gula, dan mentega.
Setelah semuanya dicampur, adonan kue yang sudah siap dipanggang dalam oven secara bertahap hingga membentuk lapisan yang biasanya berjumlah 18.
Pada umumnya, lapisan pada kue lapis legit terlihat sangat banyak jika dilihat dan hal itu membuat kue tersebut dijuluki kue seribu lapis.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @Halo Semarang TV, lapis legit sangat terkenal di Kota Semarang dan senantiasa disajikan pada hari-hari yang penting seperti Imlek, Lebaran, dan Natal.
Selain itu, kue basah ini juga hadir sebagai hadiah dalam suatu perayaan lokal seperti penikahan dan ulang tahun.
Pada masa pendudukan Belanda dahulu, biasanya kudapan manis itu dihidangkan sebagai pencuci mulut untuk orang-orang Belanda dalam jamauan Rijsttafel.
Selanjutnya karena masuk ke Indonesia, kue manis tersebut dimodifikasi dengan memakai bahan lokal dengan rempah yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
Makam Keramat Ki Ageng Balak, Asal-usul Nama hingga Adanya Tradisi Pulung Langse pada Akhir Bulan Suro
Hubungan Onde-Onde dan Pedagang dari Tiongkok, Mengenal Asal Usul Kue Bulat Lezat yang Populer di Indonesia
Mengulik Asal Usul Kipo, Jajanan Legendaris Khas Kotagede Yogyakarta, Kuliner Favorit Bangsawan Kerajaan Mataram Kuno
Asal Usul Nama Jalan Malioboro, Bermakna Ajaran Sultan Hamengku Buwono I hingga Jadi Poros Garis Imajiner Yogyakarta
Asal Usul Nama Dawet Ayu Khas Banjarnegara, Penjual Punya 2 Simbol Khusus Tokoh Pewayangan, Jadi Harapan Agar Dagangannya Laris Manis