SketsaNusantara.id - Dawet ayu merupakan minuman khas Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang punya cita rasa gurih manis dan segar.
Tak cuma di Banjarnegara, penjual Dawet Ayu saat ini banyak tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Dawet Ayu sendiri merupakan minuman segar yang berisi cendol, juruh (kuah manis dari rebusan gula merah) dan santan.
Jika dilihat dari penampakan penjualnya, Dawet Ayu memiliki piranti penyajian yang unik.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Badan Bahasa Kemendikbud, penjual Dawet Ayu biasanya menggunakan 2 buah gentong yang terbuat dari tanah liat.
Pemakaian bahan tanah liat ini bertujuan agar dawet bisa tetap dingin meskipun tanpa menggunakan tambahan es batu.
2 gentong itu kemudian disusun sejajar untuk dijajakan dengan cara dipikul menggunakan kayu.
Ujung kayu pikulan terdapat hiasan berbentuk 2 tokoh pewayangan yaitu Semar dan Gareng.
Hiasan Semar dan Gareng ditempatkan di ujung kayu pemikul gentong.
Pemberian simbol-simbol pada piranti penjual Dawet Ayu ini bukan tanpa alasan.
Jika dipadukan, nama Semar dan Gareng akan menghasilkan kata mareng, yang artinya kemarau.
Artikel Terkait
Mengulik Kisah Lumpia, Kuliner Peranakan yang Bertumbuh Menjadi Ikon Khas Kota Semarang
Dari Umpatan Jadi Simbol Toleransi, Kuliner Favorit Sunan Kudus Ini Punya Sejarah Unik
Senantiasa Diburu Peziarah, Inilah 'Ketupat Ketheg' Sajian Kuliner Khas Giri, Ternyata Dibuat dari Air Keruh?
Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India
4 Kuliner Legendaris Bernama Unik Warisan Wali Songo yang Masih Eksis, Ada Favorit Sunan Kudus hingga Sunan Kalijaga
Meski Pakai Bahasa Jawa, Wedang Ronde Bukan Kuliner Asli Indonesia Loh, Begini Asal Usulnya hingga Jadi Simbol Reuni
Asal-usul Sego Jangkrik, Kuliner Kesukaan Sunan Kudus yang Isinya Bukan Pakai Jangkrik, tapi Daging...