Maksudnya, di musim kemarau, cuaca begitu panas sehingga orang-orang membutuhkan minuman segar untuk pelepas dahaga.
Baca Juga: 7 Kuliner Khas Yogyakarta yang Legendaris, Penggemarnya Tidak Pernah Surut Bahkan Sampai Sekarang
Saat itulah penjual Dawet Ayu mendapatkan rezeki. Karena rasanya yang segar, dawet bisa mengobati haus para pembeli.
Tak cuma itu, simbol Semar dan Gareng juga bermakna harapan bagi penjual dawet yang menginginkan cuaca panas saat musim kemarau.
Dengan demikian jualan dawetnya akan laris manis tanjung kimpul.
Lantas, dari mana asal mula penamaan Dawet Ayu khas Banjarnegara ini?
Asal usul nama Dawet Ayu sebenarnya memiliki banyak versi.
Namun, kisah paling populer yang dipercaya turun temurun berasal dari penuturan seorang sastrawan terkenal asal Banyumas, Ahmad Tohari.
Menurutnya, nama Dawet Ayu berawal dari penjual dawet berparas cantik. Sehingga nama dawet yang dijualnya disebut Dawet Ayu.
Pendapat ini diklaim sesuai dengan pendapat tokoh masyarakat Banyumas lainnya.
Tak cuma belajar dari simbol yang disajikan penjual Dawet Ayu, kita bisa belajar dari penjual dawet tentang sebuah harapan.
Bahwa keyakinan dan kerja keras akan mewujudkan harapan menjadi kenyataan.
Artikel Terkait
Mengulik Kisah Lumpia, Kuliner Peranakan yang Bertumbuh Menjadi Ikon Khas Kota Semarang
Dari Umpatan Jadi Simbol Toleransi, Kuliner Favorit Sunan Kudus Ini Punya Sejarah Unik
Senantiasa Diburu Peziarah, Inilah 'Ketupat Ketheg' Sajian Kuliner Khas Giri, Ternyata Dibuat dari Air Keruh?
Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India
4 Kuliner Legendaris Bernama Unik Warisan Wali Songo yang Masih Eksis, Ada Favorit Sunan Kudus hingga Sunan Kalijaga
Meski Pakai Bahasa Jawa, Wedang Ronde Bukan Kuliner Asli Indonesia Loh, Begini Asal Usulnya hingga Jadi Simbol Reuni
Asal-usul Sego Jangkrik, Kuliner Kesukaan Sunan Kudus yang Isinya Bukan Pakai Jangkrik, tapi Daging...