SketsaNusantara.id - KH Bisri Syansuri merupakan salah satu tokoh ulama yang berperan besar dalam pengembangan pendidikan agama Islam di Indonesia.
Salah satu terobosan terbesarnya adalah membuka pondok pesantren khusus bagi perempuan untuk pertama kalinya di Indonesia.
Selain itu, Kiai Bisri juga dikenal sebagai pemimpin umat yang disegani dan ikut andil dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU), yang kini jadi organisasi islam terbesar di Indonesia.
Lantas, seperti apa sosoknya? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi NU dan Pondok Pesantren Tebuireng serta berbagai sumber lainnnya, berikut profil dan biografi KH Bisri Syansuri yang sosoknya begitu dihormati di Indonesia.
KH Bisri Syansuri lahir pada 28 Dzulhijah 1304 H atau pada tanggal 18 September 1886 pada kalender Masehi di Desa Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Anak ketiga dari lima bersaudara ini merupakan keturunan ulama yang tumbuh besar dalam lingkungan keluarga yang sangat religius.
Ayah Kiai Bisri yakni KH Syansuri merupakan salah satu ulama terkemuka dan ibunya, Nyai Mariah berasal dari keluarga pendiri pesantren yang menurunkan beberapa orang ulama besar dalam berbagai generasi.
Sejak kecil, Kiai Bisri diajari ilmu agama oleh kedua orang tuanya dan mulai belajar ilmu fiqih, tasawuf hingga mendalami hadits dari keluarga ulama terdekatnya.
Menginjak usai 15 tahun, Bisri muda mulai menimba ilmu ke sejumlah pesantren di Jawa Tengah, hingga berguru ke Jawa Timur dan menjadi murid Syekh Kholil Bangkalan, mahaguru yang telah mencetak ulama-ulama besar di tanah Jawa.
Pada tahun 1906, Kiai Bisri mengenyam pendidikan ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan KH Hasyim Asy'ari.
Artikel Terkait
Pernah Ketemu Nabi Khidir? Ini Karomah Dahsyat dari Mbah Sholeh Tanggul, Ulama di Jember yang Masuk Nasab Rasulullah SAW
Siapa Kyai Sadjadi Fadillah? Ulama Lumajang Guru Teladan Cak Thoriq, Dikenal Telaten dan Punya Kebiasaan Ngobrol Bahasa...
Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama
Berjarak 15 Km dari Kota Nganjuk, Tersembunyi Makam Tua Ulama Penyebar Agama Islam Angkatan Kedua Setelah Wali Songo
Mengenal Sosok Andi Djemma, Raja Luwu Sulawesi Selatan Pelopor Keberadaan Nahdlatul Ulama