Sifatnya yang keras dan tegas serta berpegang teguh kepada ilmu fiqih menjadikan KH Bisri Syansuri dikenal sebagai tokoh ulama nusantara yang mirip dengan Umar bin Khattab, salah satu sahabat Rasulullah SAW.
Baca Juga: Makam Belanda Cantik Sejak Tahun 1800an di Surabaya, Bak Pemakaman Eropa dengan Nisan yang Unik
KH Bisri Syansuri bersikap keras dan tegas dengan dilandasi keilmuan fiqihnya yang didalaminya sejak kecil.
Sama halnya seperti Sayyidina Umar, sahabat Nabi Muhammas SAW yang memiliki karakter tegas dan keras apalagi jika ada kebijakan yang menentang ajaran agama Islam.
Kiai Bisri pernah menjadi pemimpin tertinggi organisasi NU sepeninggal KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1972.
KH Bisri Syansuri menjadi ketua Majelis Syuro saat NU bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan terpilih jadi anggota DPR melalui hasil pemilu hingga akhir hayatnya.
KH Bisri Syansuri wafat pada tanggal 25 April 1980 di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, dalam pada usia 93 tahun.
KH Bisri Syansuri bukan hanya seorang ulama dan pendidik, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu menginspirasi banyak orang melalui ajaran-ajaran dan tindakan-tindakannya.
Melalui KH Bisri Syansuri, umat Islam dapat meneladani sikapnya yang selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan, apalagi jika ada kebijakan pemerintah bertentangan atau kurang sesuai dengan ajaran agama Islam.
Dedikasinya terhadap pendidikan Islam yang berkualitas, serta perannya dalam memperjuangkan kemerdekaan juga menjadikan KH Bisri Syansuri sebagai salah satu tokoh pahlawan nasional sangat dihormati masyarakat Indonesia hingga saat ini.***
Artikel Terkait
Pernah Ketemu Nabi Khidir? Ini Karomah Dahsyat dari Mbah Sholeh Tanggul, Ulama di Jember yang Masuk Nasab Rasulullah SAW
Siapa Kyai Sadjadi Fadillah? Ulama Lumajang Guru Teladan Cak Thoriq, Dikenal Telaten dan Punya Kebiasaan Ngobrol Bahasa...
Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama
Berjarak 15 Km dari Kota Nganjuk, Tersembunyi Makam Tua Ulama Penyebar Agama Islam Angkatan Kedua Setelah Wali Songo
Mengenal Sosok Andi Djemma, Raja Luwu Sulawesi Selatan Pelopor Keberadaan Nahdlatul Ulama