Minggu, 19 Juli 2026

Presiden Indonesia Harus Orang Jawa? Benarkah Tidak Akan Berhasil Jika Dipimpin Etnis Lain?

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Jumat, 19 Juli 2024 | 12:15 WIB
Ilustrasi: Jokowi, Presiden Indonesia yang berasal dari Jawa   (Instagram @jokowi)
Ilustrasi: Jokowi, Presiden Indonesia yang berasal dari Jawa (Instagram @jokowi)

Kemampuan ini membantu mereka untuk bertahan dan sukses dalam berbagai posisi, termasuk dalam pemerintahan.

Baca Juga: Misteri Kisah Habib Ali bin Abu Bakar Al Hamid dalam Dakwah Islamnya di Pulau Bali, Ternyata Kepercayaan Raja Klungkung?

Pada 22 September 2022, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa ia merasa hampir mustahil menjadi presiden karena bukan orang Jawa.

"Harus tahu diri juga lah kalau kau enggak orang Jawa," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube PinterPolitik TV.

Pengakuan ini mengundang diskusi tentang anggapan bahwa hanya orang Jawa yang dapat menjadi presiden.

Baca Juga: Di Mana Makam Habib Ali bin Zaenal Abidin Al Idrus? Ulama Besar yang Jadi Juru Kunci Sosok Wali Pitu Penyebar Islam di Bali

Secara matematis, ada dasar di balik anggapan ini. Dari total 275,77 juta penduduk Indonesia, sekitar 154,34 juta atau 55,96 persen tinggal di Pulau Jawa.

Selain itu, 40 persen dari penduduk Indonesia adalah etnis Jawa.

Dalam sistem pemilihan berbasis suara terbanyak, hal ini membuat calon dari etnis Jawa dianggap memiliki keuntungan.

Baca Juga: Cerita Rakyat Nusantara Jawa Timur: Apa itu Reog Ponorogo? Sayembara Pernikahan dan Pertarungan Singo Barong dan Klono Sewandono

Namun, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, berpendapat bahwa anggapan ini merupakan hasil dari primordialisme sebagian masyarakat Jawa dan elite politik.

Fakta menunjukkan bahwa etnisitas tidak selalu berpengaruh signifikan dalam pemilihan presiden.

Pada Pilpres 2004, misalnya, Hamzah Haz yang bukan etnis Jawa tidak mendapat suara signifikan dari pemilih non-Jawa.

Hal serupa terjadi pada Pilpres 2009 dengan Jusuf Kalla.

Baca Juga: Di Mana Lokasi Makam Habib Umar Maulana Yusuf Al Maghribi? Wali Bukit Bedugul Penyebar Ajaran Islam di Pulau Bali

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Guru Gembul

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X