SketsaNusantara.id - Mengapa presiden Indonesia sering berasal dari etnis Jawa?
Jawabannya sederhana: mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Jawa, sehingga peluang mereka untuk terpilih lebih besar.
Namun, faktor-faktor lain turut memengaruhi dominasi dan peluang orang Jawa untuk menjadi Presiden.
Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube guru gembul, beberapa berpendapat bahwa dominasi Jawa dalam kepemimpinan bukan hanya karena jumlah populasi, tetapi juga terkait dengan takdir.
Mitos menyebutkan bahwa pemimpin Nusantara, dari masa lalu hingga kini, selalu orang Jawa.
Misalnya, pada masa Presiden BJ Habibie, Indonesia kehilangan Timor Leste, yang dianggap sebagian sebagai dampak dari kepemimpinan non-Jawa.
Partai politik di Indonesia cenderung memilih calon dari kelompok mayoritas untuk meraih suara terbanyak.
Oleh karena itu, calon dari Jawa sering kali diusung dalam pemilihan presiden.
Masyarakat Jawa dikenal dengan budaya feodal dan struktur hierarkis sosialnya, mulai dari presiden hingga kepala desa.
Budaya ini mendorong banyak orang Jawa untuk mengejar posisi dalam pemerintahan.
Orang Jawa juga dikenal dengan kemampuannya beradaptasi di lingkungan baru.
Artikel Terkait
4 Fakta Suku Nyama Selam Pegayaman di Bali yang Punya Sistem Penamaan Unik, Warganya Banyak yang Bernama Ketut?
5 Murid Terkenal Sunan Kalijaga: Punya Kesaktian Luar Biasa Seperti Gurunya!
Pohon Keramat di Karimunjawa, Ditanam Anak Sunan Muria hingga Jadi Nama Bandara Jepara, Punya Khasiat Spiritual?
Keramat Pura Ratu Mas Sakti Bali, Kisah Tersembunyi Wujud Harmonisasi Hindu Islam yang Kini Ramai Peziarah dari Mancanegara
Nasi Kropokhan, Menu Khas Raja-raja Demak, Beda Sajian Raja dengan Rakyat Biasa
Makam Keramat Kembar Wali Pitu Penyebar Agama Islam di Bali, Tak Hanya Diziarahi Kaum Muslim tapi Juga Hindu Bali