SketsaNusantara.id - Malam 1 Suro merupakan malam yang dianggap sakral oleh sebagian besar masyarakat Jawa.
Pada malam pergantian tahun baru Jawa ini, ada banyak tradisi hingga ritual yang dilakukan di tempat-tempat yang dianggap sakral.
Salah satunya adalah gunung berapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Gunung ini dianggap sakral karena sejarah yang melingkupinya.
Ada banyak petilasan hingga peninggalan arkeologi yang tersebar di lereng gunung ini.
Gunung Lawu, adalah gunung yang berada di 3 kabupaten yakni Magetan, Ngawi dan Karanganyar, bahkan titik awal pendakiannya hanya berjarak 59 km dari lokasi rumah baru Presiden Joko Widodo di Colomadu.
Gunung ini dianggap sakral karena diyakini sebagai tempat moksanya Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit terakhir.
Keberadaan Candi Cetho dan Candi Sukuh di lereng Gunung Lawu juga dianggap sebagai bukti hubungan gunung setinggi 3.265 mdpl ini dengan kerajaan Majapahit.
Tak hanya itu, di Gunung Lawu juga ditemukan jejak prasejarah seperti Situs Watu Kandang Matesih.
Hal ini membuat banyak pendaki yang naik ke gunung Lawu untuk ‘Suroan’ sepetti bertapa hingga meditasi pada Malam 1 Suro.
Artikel Terkait
Keramat! Ritual Rutin Tiap Tanggal 12 Suro di Gunung Kawi, Hanya Orang Pilihan yang Bisa Mengikutinya
Ritual Mistis Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang, Ada Prosesi Khusus untuk Pengharapan Agar Sumber Air Tetap Mengalir
Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa
Kopian dan Dhaharan Deso dengan Taman Luas dan View Sunset di Gunungkidul, Cocok untuk yang Kangen Kampung Halaman
Kebo Bule Kyai Slamet jadi Tokoh Utama Tradisi Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta, Kenapa? Alasannya...
Kisah Perjalanan Sultan Hamengkubuwono VII, Pewarisan Takhta Paling Kontroversi Sepanjang Sejarah Kesultanan Yogyakarta
Ritual Kungkum Malam 1 Suro, Tradisi Sakral Turun-Temurun, Pernah Dilakukan Presiden Soeharto, Beneran Bikin Sakti?