SketsaNusantara.id - Inilah ritual unik yang rutin diadakan setiap tanggal 12 Suro di Gunung Kawi. Sebuah gunung spiritual yang terletak di Desa Wonosari, Malang, Jawa Timur.
Dianggap sebagai lokasi yang memiliki spiritual mustika kekayaan, Gunung Kawi lekat dengan adanya pemujaan, pesugihan, tumbal dan sebagai tempat ritual untuk mendapatkan kekayaan.
Kepercayaan bahwa Gunung Kawi adalah gunung istimewa yang menyimpan banyak misteri dan masih dikultuskan hingga sekarang, membuat banyak orang berbondong-bondong ke sana dengan harapan agar semua keinginannya terkabul.
Baca Juga: Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota
Banyak yang meyakini bahwa Gunung Kawi bisa mendengar segala permohonan yang dipanjatkan di sana, dan mengabulkannya lewat jalur yang tak disangka-sangka.
Namun hal ini juga menjadikan Gunung Kawi menjadi tempat terakhir bagi para pemalas dan orang-orang putus asa, untuk mengadu nasib lewat jalur ritual dan doa agar cepat menjadi kaya. Ritual pesugihan, melekat kuat pada gunung yang letaknya 15 km dari pusat kota Malang ini.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman YouTube Tagar Misteri, salah satu ritual yang hingga kini masih rutin dilakukan adalah pada tanggal 12 Suro dan pasaran Jumat Legi.
Jumat Legi sendiri diyakini sebagai hari pemakaman Eyang Jugo yang dikenal juga dengan nama Kyai Zakaria II. Sedangkan tanggal 12 Suro adalah hari wafatnya Eyang Sujo.
Keduanya adalah pengawal Pangeran Diponegoro yang memilih mengasingkan diri ke Gunung Kawi. Kelak keduanya mengubah jalur perjuangan menjadi upaya pemajuan pendidikan dan penyebaran agama Islam di wilayah Gunung Kawi.
Eyang Jugo dikenal bagai tokoh dan guru spiritual besar yang dihormati masyarakat Jawa, Madura dan Tionghoa pada masa itu.
Eyang Jugo dikenal sebagai orang yang menyembuhkan wabah kolera di Jawa Timur. Namanya hingga kini banyak disebut dalam ritual dan pemujaan di klenteng-klenteng. Makamnya juga jadi selalu jadi tujuan para etnis Tionghoa pada waktu-waktu tertentu.
Adapun ritual yang rutin dilakukan adalah saat tanggal 12 Suro. Biasanya dilakukan pembersihan dan penyucian agar lokasi tersebut tetap suci dan terjaga kesakralannya.
Tidak sembarang orang yang bisa mengikutinya. Bila hendak mengikuti ritual ini harus membersihkan pikiran negatif dan mensucikan diri dari segala hadist. Baik jiwa dan raga harus dalam keadaan suci dan bersih.
Artikel Terkait
5 Fakta Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta: Jumlah dan Jenis Hewan, Pusaka, Waktu, Rute, hingga Ritual yang Dilakukan
Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor
Rasakan Sensasi Kulineran Jepang di Harajuku Street Queen City Mall Semarang, Nuansanya Begitu Khas
5 Fakta Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kesultanan Mataram yang Gigih Melawan VOC, Punya Nama Asli...
Apa Itu Jamasan Pusaka Malam 1 Suro di Solo? Ini 4 Fakta Tradisi Masyarakat Jawa dan Ada Tahapan Penting Nggak Boleh Ngawur
4 Fakta Menarik Tradisi Larap Slambu di Gunung Kemukus Sragen, Prosesi Malam 1 Suro Kompleks Makam Pangeran Samudro
Sendang Unik Peninggalan Raden Nur Rahmat Lamongan, Tercipta dari Keris Menancap Di Tanah, Ketika Dicabut Keluar Sumber Mata Air