Minggu, 19 Juli 2026

Keramat! Ritual Rutin Tiap Tanggal 12 Suro di Gunung Kawi, Hanya Orang Pilihan yang Bisa Mengikutinya

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 18:30 WIB
Gunung Kawi di Malang, Jawa Timur (Instagram/@lembahindah)
Gunung Kawi di Malang, Jawa Timur (Instagram/@lembahindah)

 

SketsaNusantara.id - Inilah ritual unik yang rutin diadakan setiap tanggal 12 Suro di Gunung Kawi. Sebuah gunung spiritual yang terletak di Desa Wonosari, Malang, Jawa Timur. 

Dianggap sebagai lokasi yang memiliki spiritual mustika kekayaan, Gunung Kawi lekat dengan adanya pemujaan, pesugihan, tumbal dan sebagai tempat ritual untuk mendapatkan kekayaan.

Kepercayaan bahwa Gunung Kawi adalah gunung istimewa yang menyimpan banyak misteri dan masih dikultuskan hingga sekarang, membuat banyak orang berbondong-bondong ke sana dengan harapan agar semua keinginannya terkabul.

Baca Juga: Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota

Banyak yang meyakini bahwa Gunung Kawi bisa mendengar segala permohonan yang dipanjatkan di sana, dan mengabulkannya lewat jalur yang tak disangka-sangka. 

Namun hal ini juga menjadikan Gunung Kawi menjadi tempat terakhir bagi para pemalas dan orang-orang putus asa, untuk mengadu nasib lewat jalur ritual dan doa agar cepat menjadi kaya. Ritual pesugihan, melekat kuat pada gunung yang letaknya 15 km dari pusat kota Malang ini. 

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman YouTube Tagar Misteri, salah satu ritual yang hingga kini masih rutin dilakukan adalah pada tanggal 12 Suro dan pasaran Jumat Legi. 

Jumat Legi sendiri diyakini sebagai hari pemakaman Eyang Jugo yang dikenal juga dengan nama Kyai Zakaria II. Sedangkan tanggal 12 Suro adalah hari wafatnya Eyang Sujo.

Baca Juga: Situs Makam Aermata Ratu Ebhu Bangkalan Madura, Terdapat Sumber Air yang Tercipta dari Air Mata Sang Ratu?!

Keduanya adalah pengawal Pangeran Diponegoro yang memilih mengasingkan diri ke Gunung Kawi. Kelak keduanya mengubah jalur perjuangan menjadi upaya pemajuan pendidikan dan penyebaran agama Islam di wilayah Gunung Kawi. 

Eyang Jugo dikenal bagai tokoh dan guru spiritual besar yang dihormati masyarakat Jawa, Madura dan Tionghoa pada masa itu.

Eyang Jugo dikenal sebagai orang yang menyembuhkan wabah kolera di Jawa Timur. Namanya hingga kini banyak disebut dalam ritual dan pemujaan di klenteng-klenteng. Makamnya juga jadi selalu jadi tujuan para etnis Tionghoa pada waktu-waktu tertentu. 

Adapun ritual yang rutin dilakukan adalah saat tanggal 12 Suro. Biasanya dilakukan pembersihan dan penyucian agar lokasi tersebut tetap suci dan terjaga kesakralannya. 

Tidak sembarang orang yang bisa mengikutinya. Bila hendak mengikuti ritual ini harus membersihkan pikiran negatif dan mensucikan diri dari segala hadist. Baik jiwa dan raga harus dalam keadaan suci dan bersih. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Tagar Misteri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X