SketsaNusantara.id- Jejak penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa, khususnya di Jawa Timur masih terus lestari dan terawat hingga sekarang.
Termasuk sendang di Lamongan peninggalan Raden Nur Rahmat, yang menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di wilayah tersebut.
Yang unik, masyarakat meyakini Sendang Duwur ini tercipta dari sebuah keris yang mennacap di tanah.
Setelah keris dicabut, keluar mata air yang cukup besar hingga membentuk sebuah sendang, yang disebut Sendang Duwur.
Situs Makam Sendang Duwur
Sendang Duwur, terletak di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, ± 4 km berada di sebelah tenggara Desa Paciran.
Tepatnya, Sendang Duwur berada di sebuah bukit Amituno atau Tunon berketinggian ± 50 – 70 di atas permukaan laut.
Tak jauh dari lokasi, juga terdapat komplek situs makam, yang sekaligus menjadi tempat peristirahatan terakhir Raden Nur Rahmad.
Raden Nur Rahmat tinggal di Desa Sedayu Lawas, tepatnya di Kecamatan Brondong. Beliau adalah adalah putera dari Abdul Qohar Bin Malik Bin Syeikh Abu Yazid Al Baghdi keturunan raja-raja Persia dari Iraq.
Raden Nur Rahmad memiliki Ibu Dewi Sukarsih, puteri Tumenggung Joyo di Sedayu Lawas.
Setelah ayahnya wafat, Raden Nur Rahmad bersama ibunya kemudian pindah ke Dusun Tenon untuk menyebarkan Islam di sekitar daerah tersebut.