SketsaNusantara.id- Menggali tradisi yang dilakukan saat memasuki 1 Suro. Tradisi ini rupanya berkaitan dengan salah satu anggota Wali Songo.
Sebanyak sembilan orang yang berada dalam jejeran Wali Songo. Seperti kehadiran Sunan Kudus.
Usai Sunan Kudus wafat, akhirnya warga Kudus, Jawa Tengah melakukan tradisi. Hal ini dilakukan saat malam 10 Muharram telah tiba.
Sunan Kudus merupakan putra dari Raden Usman Haji yang menyebarkan Agama Islam. Ayahnya menyebarkan Agama Islam di Jipang Panolan, Blora, Jawa Tengah.
Kehadiran Sunan Kudus di tanah Jawa untuk menyebarkan Agama Islam akhirnya dikenal sebagai Waliyul Ilmi.
Bukan tanpa alasan gelar tersebut diberikan kepada Sunan Kudus. Lantaran ia menguasai berbagai bidang ilmu.
Bidang ilmu yang dikuasai olehnya adalah tauhid, hadist, tafsir, sastra, mantiq atau logika dan fikih.
Tidak hanya itu saja, Sunan Kudus juga dikenal sebagai Wali Songo yang menguasai keahlian sebagai pujangga.
Adapun berbagai macam karomah atau keistimewaan yang Allah SWT berikan kepada Sunan Kudus.
Baca Juga: Mitos dan Legenda Malam 1 Suro, Dipercaya Akan Datangnya Sosok Penting Pelindung Masyarakat Jawa
Melansir dari YouTube Ensiklopedia Islami, salah satu karomah yang dimiliki oleh Sunan Kudus adalah menjadi Panglima atau Senapati Kerajaan Demak Bintoro.
Jasa Sunan Kudus tentu tidak terlupakan begitu saja terutama bagi umat muslim di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Dibangun Wali Songo, Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon Jadi Tempat Sunan Kudus Bunuh Guru Sunan Kalijaga, Kenapa?
'Gusjigang' Sebuah Wasiat Sunan Kudus yang Punya Makna Mendalam untuk Mengubah Hidup
Jadi Pegangan Hidup Jokowi! Sunan Kudus Wali Songo Beri Wasiat Pepatah Jawa Sebelum Wafat, Punya Makna Dahsyat
Sempat Untuk Meracuni Wali Songo? Kenali Kuliner Khas Cirebon Buatan Pangeran yang Disiram Pakai Kuah Oncom Hangat
Melirik Kuliner Legendaris Favorit Sunan Kalijaga Wali Songo! Caos Dahar Khas Demak Punya Filosofi di Luar Nalar
Mitos dan Legenda Malam 1 Suro, Dipercaya Akan Datangnya Sosok Penting Pelindung Masyarakat Jawa