Kamis, 4 Juni 2026

Apa Itu Jamasan Pusaka Malam 1 Suro di Solo? Ini 4 Fakta Tradisi Masyarakat Jawa dan Ada Tahapan Penting Nggak Boleh Ngawur

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 08:57 WIB
Ilustrasi tradisi Jamasan Pusaka malam 1 Suro di Solo atau Surakarta. (Kolase foto surakarta.go.id dan Pexel/Ihsan Adityawarman)
Ilustrasi tradisi Jamasan Pusaka malam 1 Suro di Solo atau Surakarta. (Kolase foto surakarta.go.id dan Pexel/Ihsan Adityawarman)

SketsaNusantara.id - Tradisi masyarakat Jawa identik dengan datangnya bulan Suro atau awal tahun kalender Saka.

Malam 1 Suro merupakan hari yang dianggap sakral dan keramat bagi masyarakat Jawa, seperti Surakarta atau Solo dan Yogya.

Ada banyak tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa untuk menyambut datangnya bulan Suro atau awal tahun kalender Jawa.

Baca Juga: Warga Kudus Merapat Lur! Jadwal dan Lokasi Rangkaian 1 Suro Sampai 10 Muharram, Tradisi Kenang Sunan Kudus Wali Songo

Salah satu tradisi masyarakat Jawa khuusnya di Solo atau Surakarta saat malam 1 Suro yaitu jamasan pusaka.

Di Keraton Kasunanan Surakarta atau Solo tradisi jamasan pusaka rutin dilakukan setiap malam 1 Suro.

Sebagai bentuk tradisi dan meestarikan budaya leluhur, jamasan pusaka sudah dilakukan secara turun-temurun dan berumur ratusan tahun.

Baca Juga: Amalan Malam 1 Suro, Kata Gus Iqdam Bikin Hidup Jadi Lebih Glowing: Cukup Minum 1 Gelas Saja

Tidak bisa dilewatkan, tradisi jamasan pusaka jadi salah satu rangkaian penting Keraton Kasunanan Surakarta.

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman Pemerintah Kota Surakarta, surakarta.go.id, kata tradisi Jamasan Pusaka terdiri 2 kata yang punya makna Bahasa Jawa Kraa Inggil.

'Jamasan' memiliki makna mencuci, memandikan, atau membersihkan. 'Pusaka' memiliki makna benda yang dianggap keramat.

Baca Juga: 4 Larangan Malam 1 Suro, Malam Topo Bisu Penuh Sakral dan Pantangan, Jangan Dilanggar Bahaya

Ada banyak jenis pusaka yang dimiliki masyarakat Jawa, seperti keris hingga tombak.

Jamasan Pusaka memiliki makna sebagai bentuk mensucian benda-benda pusaka warisan leluhur agar tetap terawat dan bersih.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: surakarta.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X