SketsaNusantara.id - Sultan Agung merupakan raja ketiga Kesultanan Mataram Islam yang memimpin pada tahun 1593-1645.
Di bawah kepemimpinan Sultan Agung, Mataram Islam mencapai masa keemasan.
Hal ini membuat Sultan Agung sebagai salah satu raja Mataram dengan banyak peninggalan.
Peninggalan Sultan Agung tak hanya kebendaan maupun tempat bersejarah seperti Makam Imogiri.
Sultan Agung juga meninggalkan banyak warisan tak benda, seperti penanggalan Jawa dan sebagainya.
Salah satu peninggalan Sultan Agung yang banyak diyakini masyarakat adalah Bahasa Bagongan.
Baca Juga: Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota
Namun nyatanya, bahasa yang hanya digunakan di lingkungan Keraton Yogyakarta ini bukan diciptakan oleh Sultan Agung loh.
Menurut penuturan KH Brongtodiningrat dalam bukunya, bahasa Bagongan ternyata sudah ada jauh sebelum Kerajaan Majapahit berdiri.
Itu artinya Bahasa Bagongan yang berusia lebih dari 700 tahun ini sudah ada sebelum Mataram Islam dirikan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun X Keraton Yogyakarta @kratonjogja, Bahasa Bagongan atau Bahasa Kedaton mulai berkembang pada era Maha Prabu Sindulo di Kerajaan Galuh.
Artikel Terkait
Makna Saka Tatal, Tiang Penyangga Masjid Agung Demak Buatan Sunan Kalijaga, Terbuat dari Kayu Jati Hutan Majapahit?
Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor
5 Fakta Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kesultanan Mataram yang Gigih Melawan VOC, Punya Nama Asli...
Situs Makam Aermata Ratu Ebhu Bangkalan Madura, Terdapat Sumber Air yang Tercipta dari Air Mata Sang Ratu?!
7 Tradisi Malam 1 Suro di Pulau Jawa, Ada Kirab Kebo Bule Keraton Solo hingga Tapa Bisu Keraton Yogyakarta
Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota
Kepala Desa Wajib Nikah 1 Tahun Sekali, Tradisi Unik Malam 1 Suro Warga Temanggung, Konon Bikin Awet Muda
Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa