Sketsanusantara.id - Berikut ada daftar karya sastra ciptaan Sultan Agung yang merupakan raja kerajaan Mataram tahun 1613 hingga 1646.
Sultan Agung dengan nama asli Raden Mas Jatmika merupakan raja Kesultanan Mataram Islam yang memerintah pada abad ke-17.
Dinobatkan dengan gelarnya sebagai raja di usia 20 tahun, Sultan Agung memiliki visi dan misi untuk menyatukan pulau Jawa.
Sehingga, dirinya dikenal sebagai penguasa atau satu tokoh yang banyak memberi pengaruh dalam sejarah masyarakat suku Jawa.
Dikutip SketsaNusantara.id dari Buku Serat Sultan Agung Melacak Jejak Islam Nusantara, Sultan Agung memiliki potret sebagai mistikus pembela syari'at (fiqh) dengan mengambil peran para wali sebagai arbitrator perselisihan keagamaan dan sebagai penentu mengenai apa itu bid'ah.
Dalam hal tersebut, Sultan Agung membuat keputusan-keputusan berupa hukuman bagi para penolak syari'at.
Sebagai seorang raja, Sultan Agung bukan hanya piawai dalam memerintah Kerajaan Mataram Islam namun dirinya sangat ahli dalam membuat karya sastra.
SketsaNusantara.id lampirkan 4 karya sastra yang merupakan ciptaan Sultan Agung saat menjadi Raja Kesultanan Mataram.
1. Serat Sastra Gendhing
Karya Sastra Gendhing merupakan karya paling terkenal yang dicipta oleh Sultan Agung.
Sastra diartikan sebagai Tuhan secara batiniyah dan Gendhing diartikan sebagai manusia secara lahiriyah.
Artikel Terkait
Desa di Sukolilo Pati Tempat Makam Sultan Demak yang Konon Buta akibat Kutukan, Dihabisi oleh Arya Penangsang
Misteri Kuburan di Tangga Makam Raja Mataram di Imogiri Bantul, Pengkhianat Sultan Agung atau Jan Pieterszoon Coen?
Berani Menyerang VOC di Batavia, Ini 7 Falsafah Kepemimpinan yang Menjadi Pedoman Sultan Agung Mataram Sesuai Serat Sastra Gendhing
Awal Mula Sunan Kalijaga Berjalan dari Demak ke Selatan Membuka Mataram Islam, Ada Ancaman Kehancuran Peradaban Nusantara
Bucin Parah! Raja Mataram Ini Nekat Rebut Istri Orang hingga Lupa Pekerjaan, Kisah Tragis Selir Amangkurat I
Jejak Sunan Kalijaga dalam Tarian Sakral Pusaka Mataram Islam, Kisah Cinta Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senopati