SketsaNusantara.id - Malam 1 Suro atau malam pertama bulan Muharram merupakan salah satu tanggal yang disakralkan bagi masyarakat Jawa.
Sebagian besar masyrakat Jawa percaya bahwa malam 1 Suro adalah malam istimewa.
Kesakralan Malam 1 Suro melahirkan sejumlah ritual yang lambat laut menjadi tradisi yang masih digelar hingga saat ini.
Tradisi malam 1 Suro lahir pada masa pemerintahan Sultan Agung dengan berbagai ritual perayaan.
Di Indonesia khusurnya Pulau Jawa, terdapat banyak tradisi dalam menyambut malam 1 Suro.
Tentu saja setiap daerah memiiliki ritual berbeda, misalnya kirab kebo bule yang digelar Keraton Solo.
Lain lagi dengan Keraton Yogyakarta yang menggelar ritual tapa bisu atau topo bisu.
Dirangkum SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, berikut 9 tradisi malam 1 Suro di Pulau Jawa.
1. Mubeng Benteng, Yogyakarta
Mubeng Benteng adalah tradisi Malam 1 Suro yang digelar Keraton Yogyakarta pada waktu malam hari.
Dalam tradisi ini pusaka milik Keraton Yogyakarta diarak mengelilingi benteng keraton diikuti oleh masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
Punya Agama Sendiri, Inilah 3 Pedoman Hidup Suku Samin di Bojonegoro hingga Ada Hukum Berbicara, Pakai Bahasa Apa?
Kisah Dinasti Syailendra, Wangsa yang Berhasil Membangun Candi Termegah dan Salah Satu Keajaiban Dunia yang Dilindungi UNESCO
5 Fakta Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta: Jumlah dan Jenis Hewan, Pusaka, Waktu, Rute, hingga Ritual yang Dilakukan
Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor
5 Fakta Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kesultanan Mataram yang Gigih Melawan VOC, Punya Nama Asli...
Apa Itu Jamasan Pusaka Malam 1 Suro di Solo? Ini 4 Fakta Tradisi Masyarakat Jawa dan Ada Tahapan Penting Nggak Boleh Ngawur
4 Fakta Menarik Tradisi Larap Slambu di Gunung Kemukus Sragen, Prosesi Malam 1 Suro Kompleks Makam Pangeran Samudro