SketsaNusantara.id- Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat, adalah ikon wisata yang menarik perhatian banyak wisatawan lokal dan mancanegara.
Jam Gadang ini didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda, melalui Pelabuhan Teluk Bayur.
Menariknya, mekanisme penggerak Jam Gadang ini hanya ada dua di dunia, satu di Bukittinggi dan satunya lagi di Big Ben, London.
Melansir dari kanal youTube Teropong Kepri ID, Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, yang saat itu menjabat sebagai sekretaris atau kontroler Fort de Kock, sekarang dikenal sebagai Bukittinggi, pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto, seorang saudagar Minangkabau, dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh putra Rook Maker yang saat itu berusia 6 tahun.
Pembangunan menara ini menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden, yang merupakan jumlah fantastis pada masanya.
Sejak didirikan, Jam Gadang telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya.
Baca Juga: Letaknya di Lereng Gunung, Telaga di Magetan ini Tak Pernah Sepi Pengunjung
Awalnya, pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur.
Pada masa pendudukan Jepang, bentuk atap diubah menjadi pagoda.
Setelah Indonesia merdeka, atap Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong, menyerupai atap rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.
Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 2010, didukung oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, serta diresmikan bertepatan dengan ulang tahun ke-262 Kota Bukittinggi pada 22 Desember 2010.
Salah satu keunikan Jam Gadang terletak pada penulisan angka empat dalam angka Romawi. Alih-alih ditulis IV, angka tersebut ditulis dengan IIII.
Artikel Terkait
Apa Jadinya Jika Keris Diletakkan di Badan Bagian Depan? Pusaka Jawa Ini Punya Simbol di Luar Nalar
Mendadak Viral Usai Tragedi Empat Pelajar Terseret Ombak, Ini Destinasi Wajib yang Bisa Kamu Kunjungi Saat ke Pantai Pangandaran
Unik! Kota Agats Papua, Semua Bangunannya Berdiri di Atas Papan, Ada Legenda yang Membekas
5 Rekomendasi Wisata Baru dan Viral di Bogor, Banyak Pemandangan yang Instragramable
Tradisi Unik Suku Mentawai di Sumatera Barat, Gigi Runcing Sebagai Sebuah Simbol Kecantikan Wanita?
Mengenal Rambu Solo, Upacara Pemakaman Megah dengan Tradisi dan Biaya Tinggi di Tana Toraja