Jumat, 3 Juli 2026

Mengenal Rambu Solo, Upacara Pemakaman Megah dengan Tradisi dan Biaya Tinggi di Tana Toraja

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 Juni 2024 | 19:23 WIB
Upacara pemakaman Rambu Solo dari Tana Toraja.   (X/ Violleta Vio)
Upacara pemakaman Rambu Solo dari Tana Toraja. (X/ Violleta Vio)

SketsaNusantara.id - Rambu Solo adalah sebuah upacara pemakaman adat yang wajib dilaksanakan oleh keluarga almarhum sebagai penghormatan terakhir kepada mendiang.

Dalam bahasa Toraja, Rambu Solo secara harfiah berarti "asap yang arahnya ke bawah", merujuk pada ritus persembahan yang dilakukan setelah pukul 12.00 siang, ketika matahari mulai bergerak ke barat.

Upacara pemakaman di Tana Toraja ini juga dikenal sebagai Aluk Rampe Matampu, yang artinya ritus di sebelah barat.

Baca Juga: Tradisi Unik Suku Mentawai di Sumatera Barat, Gigi Runcing Sebagai Sebuah Simbol Kecantikan Wanita?

Pelaksanaan Rambu Solo memerlukan biaya yang sangat besar karena melibatkan pemotongan ternak, terutama kerbau.

Melansir dari kanal YouTube Munkar, upacara ini berasal dari kepercayaan Aluk Todolo, dan istilah "Aluk Rambu Solo" terdiri dari kata "aluk" yang berarti keyakinan, "rambu" yang berarti asap atau sinar, dan "solo" yang berarti turun.

Dengan demikian, upacara ini dilakukan ketika sinar matahari mulai turun atau terbenam. Upacara ini sudah dilaksanakan sejak abad ke-9 Masehi dan terus berlanjut hingga sekarang.

Baca Juga: Unik! Kota Agats Papua, Semua Bangunannya Berdiri di Atas Papan, Ada Legenda yang Membekas

Rambu Solo tidak hanya merupakan sebuah ritual keagamaan, tetapi juga menjadi transaksi ekonomi yang besar, memberikan keuntungan bagi berbagai pihak.

Upacara ini melibatkan penjualan ternak babi dan kerbau, jasa pembawa acara, dekorasi, sound system, dan berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, upacara ini mulai disisipi dengan aktivitas ekonomi yang lebih modern.

Baca Juga: Apa Jadinya Jika Keris Diletakkan di Badan Bagian Depan? Pusaka Jawa Ini Punya Simbol di Luar Nalar

Ada dua jenis pemberian hewan dalam upacara ini: sebagai tanda kasih dan turut berduka atau sebagai pengembalian pemberian yang telah diterima di masa lalu.

Jenis upacara ditentukan oleh status sosial orang yang meninggal dalam masyarakat Toraja, yang dikenal sebagai tana' atau kelas sosial.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Munkar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X