Terdapat beberapa tingkatan dalam upacara Rambu Solo, yaitu:
1. Dididihkan Palungan: Untuk semua kelas sosial.
2. Di Sempigi: Untuk semua kelas sosial.
3. Di Badong: Untuk kelas menengah ke atas.
4. Di Bapada: Untuk semua kelas.
5. Tedong Tungga: Untuk semua kelas.
6. Tedong Palu atau Talung Bomi: Khusus untuk kelas bangsawan tinggi.
Baca Juga: Kupas Makna di Balik Pusaka Khas Jawa, 4 Alasan Keris Disimpan di Belakang Badan, Simbol Khusus?
7. Tedong Pitu Mbongi: Khusus untuk anggota kelas atas.
8. Tedong Kesira Pitung Bumi: Khusus untuk anggota kelas atas.
9. Rapasan: Khusus untuk anggota kelas atas.
Upacara Rambu Solo menunjukkan stratifikasi sosial masyarakat Toraja. Tingkatan upacara ini mencerminkan status sosial orang yang meninggal.
Biaya yang besar dalam penyelenggaraan upacara ini ditanggung oleh seluruh anggota keluarga, dengan setiap keluarga berpartisipasi dengan menyerahkan harta benda yang dibutuhkan, terutama ternak hidup seperti kerbau dan babi.
Artikel Terkait
Nyaris Punah Ditelan Zaman, Beginilah Ritual Tradisional Jawa Menjaga dan Merawat Bumi
Jangan Lewatkan! Liburan Panjang dengan Pesona Pedesaan Eropa di Rustic Market Trawas Mojokerto
Air Terjun Kapas Biru, Destinasi Wisata di Lumajang Satu Ini Cocok Mengisi Waktu Liburan Sekolah, Cuma 10 Ribu
Penuh Filosofi, Asal Usul Sate Klathak Hingga Jadi Makanan Khas Bantul Yogyakarta, Bukan Sekedar Kuliner Biasa
Coba Yuk! Resep Sate Klathak Khas Bantul Yogyakarta untuk Menu Daging Kambing saat Idul Adha 2024, Cukup 4 Bahan Saja