SketsaNusantara.id- Rustic Market Trawas Mojokerto, sebuah kafe yang terinspirasi oleh estetika pedesaan Eropa, telah menjadi destinasi wisata populer di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.
Konsep unik yang diusung oleh pendiri kafe ini menghadirkan suasana khas desa-desa Eropa, lengkap dengan pemandangan alam yang menakjubkan.
Pengunjung seolah-olah berada di pedesaan Belanda, dikelilingi oleh bangunan bergaya Eropa serta lanskap hijau Trawas yang mempesona dengan pegunungan dan sawah.
Untuk yang penasaran, bisa kunjungi langsung Instagram resminya di @rusticmarket.id.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik di Rustic Market Trawas, pengunjung disarankan datang pada pagi atau sore hari.
Di pagi hari, udara segar pedesaan memberikan sensasi yang menyegarkan, sementara sore hari menawarkan suasana sejuk dan nyaman, ideal untuk bersantai lebih lama.
Desa Selotapak di Trawas, Jawa Timur, menawarkan pemandangan yang memukau dengan latar belakang Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan.
Desa ini dikelilingi oleh persawahan hijau yang ditanami padi dan ketela rambat.
Keindahan desa ini semakin terlihat saat matahari terbit, ketika sinarnya menyinari puncak gunung, menciptakan nuansa kekuningan yang menakjubkan.
Meski di musim kemarau, persawahan di Desa Selotapak tetap subur berkat pasokan air dari Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan.
Kedua gunung ini memperkaya potensi alam desa dan menjadikannya destinasi wisata yang menarik.
Dengan alam yang indah dan udara segar, desa ini adalah tempat yang ideal untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk kota.
Artikel Terkait
Surga Tersembunyi di Padang: Keindahan Sungai Biru di Kampung Batu Busuak, Nikmati Sensasi Mandi Ditemani Ratusan Ikan
Pesona Air Terjun Waimarang yang Tersembunyi, Surga Alam Berwarna Biru di Kabupaten Sumba Timur
Kisah Sunan Kudus Larang Masyarakat Kudus Sembelih Sapi hingga Pilih Kerbau untuk Hewan Kurban Idul Adha
Wisata ala Kampung Jepang di Lumajang: Sajikan Perkebunan Organik Sayur hingga Tanaman Herbal
Unik! Cirebon Satu-Satunya Kota yang Punya 4 Keraton dengan Sultan yang Berbeda, Warisan Putra Mahkota Prabu Siliwangi
Tol sepanjang 171,52 km Hubungkan Probolinggo hingga Ujung Timur Pulau Jawa, Masih Proses Pembangunan?