Nilai-nilai Islam dapat dilihat dari pilihan cerita. Lakon yang diangkat sering menekankan sikap hidup tertentu. Pesan moral disampaikan secara tersirat melalui dialog.
Nilai Islam juga tampak pada pilihan tembang dan kejungannya. Tembang dipilih sesuai dengan konteks cerita. Liriknya mengandung ajakan berperilaku baik.
Penekanan nilai Islam tidak disampaikan secara langsung. Pesan disisipkan melalui alur cerita dan dialog. Cara ini membuat pesan mudah diterima penonton.
Dengan demikian, ludruk menjadi bagian dari tradisi budaya Jawa Timur. Seni pertunjukan ini memadukan hiburan dan nilai kehidupan. Ludruk tetap dikenal sebagai kesenian rakyat yang hidup di tengah masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kritik Pemkot Probolinggo saat Peringatan HUT ke-666, Seniman Ini Sebut Probolinggo Darurat Kesenian
5 Fakta Unik Gambang Kromong, Kesenian Tradisional Betawi dengan Unsur Budaya Tionghoa, Sunda, dan Jawa, Lestari hingga Kini
5 Fakta Tari Glipang, Kesenian Khas Probolinggo Jawa Timur, Simbol Perlawanan terhadap Penjajahan Belanda di Masa Lampau
7 Fakta Unik Tari Gandrung, Kesenian Khas Banyuwangi Jawa Timur, Bentuk Rasa Syukur hingga Penghormatan terhadap Alam
6 Kesenian Tari Tradisional dari Kalimantan Timur, Warisan Budaya Khas Suku Dayak hingga Perpaduan Budaya Melayu
5 Fakta Unik Kesenian Tradisional Rampak Bedug Khas Banten, Dimainkan untuk Menyemarakkan Bulan Ramadhan hingga Unsur Religi di Dalamnya
4 Keistimewaan Tari Perang Khas Papua, Kesenian Penuh Energi dari Bumi Cendrawasih, Mengobarkan Semangat Kemenangan di Medan Perang