SketsaNusantara.id - Kesenian tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang melengkapi kekayaan Nusantara.
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki warisan budaya berupa kesenian dengan ciri khasnya masing-masing.
Tidak terkecuali Suku Betawi yang merupakan penduduk asli Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan beragam kekayaan budayanya.
Baca Juga: Kritik Pemkot Probolinggo saat Peringatan HUT ke-666, Seniman Ini Sebut Probolinggo Darurat Kesenian
Salah satu kesenian tradisional yang dimiliki Suku Betawi adalah Gambang Kromong.
Kesenian ini sudah diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu warisan budaya takbenda milik DKI Jakarta.
Sebagai sebuah warisan budaya, Gambang Kromong memiliki sejarah serta perpaduan budaya dalam setiap alunan musiknya.
Berikut 5 fakta unik tentang Gambang Kromong yang menarik untuk diketahui.
1. Diciptakan oleh Tokoh Tionghoa
Awal mula terciptanya Gambang Kromong tidak terlepas dari dua tokoh Tionghoa yang bernama Nie Hu-Kong dan Teng Tjoe.
Pada abad ke-18, sekitar tahun 1740 Nie Hu-Kong yang merupakan Kapten Tionghoa memprakarsai sebuah ensambel yang dimainkan untuk menghibur orang Tionghoa kelas atas.
Pada 1880, Teng Tjoe yang merupakan seorang pimpinan etnis Tionghoa di Pasar Senen membentuk sebuah kelompok Gambang Kromong dengan penambahan alat-alat musik lokal.
Artikel Terkait
Dirgahayu Kota Jakarta ke-497, Ini 8 Twibbon Ucapan HUT Kota Metropolitan 22 Juni 2024 Tema Kesenian Ondel-Ondel
Si Jatril, Maskot KPU Kabupaten Blitar, Perwujudan Kesenian Sekaligus Semangat Pilkada 2024
Cara Dakwah Sunan Muria: Sang Penyebar Islam di Gunung Muria dengan Kesenian dan Kebudayaan
Apa Hubungannya dengan Sunan Kalijaga? Sejarah Tari Tayub, Lenggak-Lenggok Cantik Kesenian dari Nganjuk
5 Hasil Kesenian Sunan Kalijaga untuk Syiar Dakwah Islam di Pulau Jawa, Nomor 4 Penuh Makna Filosofis yang Sering Dilupakan