SketsaNusantara.id - Wayang bukan hanya soal Mahabharata dan Ramayana.
Ada satu bentuk seni pertunjukan wayang yang jarang dibicarakan, tapi menyimpan sejarah lintas budaya yang sangat kuat.
Namanya Wayang Cina-Jawa atau lebih dikenal sebagai Wacinwa.
Diciptakan dari semangat akulturasi, wayang ini justru nyaris terlupakan di tanah kelahirannya sendiri.
Dalam unggahan akun Instagram @wayangheritage pada 3 Februari 2022, dijelaskan asal mula hingga fakta penting tentang Wacinwa yang kini hanya tersisa dua set di dunia.
Berikut ini adalah 5 fakta unik dan jarang diketahui dari kesenian langka ini.
Baca Juga: 9 Warisan Wali Songo yang Membuat Wayang Kulit Makin Canggih sebagai Alat Dakwah Islam
1. Lahir dari Kecintaan pada Wayang dan Cerita Tiongkok
Wacinwa diciptakan tahun 1920 di Yogyakarta oleh Gan Thwan Sing, seorang seniman keturunan Tionghoa.
Ia menggabungkan kecintaannya pada cerita rakyat Tiongkok dan seni pedalangan Jawa. Cerita yang diangkat memang berasal dari Tiongkok, tapi dikemas dengan estetika pewayangan lokal.
2. Pakai Bahasa dan Tata Cara Jawa
Meskipun ceritanya dari negeri Tiongkok, Wacinwa ditampilkan dengan bahasa dan aksara Jawa, serta iringan gamelan dan tembang Jawa.
Artikel Terkait
Karakter Tragis dalam Wayang Kulit, Kisah Sang Ksatria yang Terjebak Antara Kesetiaan dan Identitas Asli
Karena Apa? Putri Semata Wayang Pengacara Alvin Lim Mengaku Belum Pernah Bertemu dengan Ibu Kandungnya, Kate Lim: Bukan Prioritas
Tokoh Wayang yang Hidup di Ramayana dan Baratayudha, Pembantai Kasta Ksatria hingga Diangkat Jadi Dewa Perang di Kahyangan
Lakon Wayang Sunan Kalijaga yang Paling Diminati saat Dakwah Islam di Tanah Jawa, Sarat Makna dan Pesan Spiritual
Mirip Syekh Siti Jenar, Tokoh Wayang ini Asli Jawa dan Hanya di Yogyakarta: Sakti Tanpa Tanding dan Menolak Kehidupan Duniawi