SketsaNusantara.id – Ramayana dan Mahabharata (Baratayudha) merupakan dua pakem besar dalam pewayangan Jawa yang terus hidup dalam budaya dan kesenian Nusantara.
Menariknya, kedua epos besar ini diyakini memiliki keterkaitan meski berselang 1000 tahun.
Namun, ada pula kepercayaan bahwa kisah-kisah di dalamnya berjalan beriringan dalam satu semesta yang sama.
Karena itu, wajar jika ada beberapa tokoh dalam wayang kulit yang eksis lintas zaman, dari era Ramayana hingga Mahabharata.
Mereka digambarkan sebagai sosok abadi yang tetap hadir dalam berbagai peristiwa penting dalam jagat pewayangan.
Salah satu tokoh tersebut adalah Raden Rama Bargawa, seorang kesatria sekaligus resi dengan usia yang sangat panjang.
Baca Juga: 3 Duet Maut di Wayang Kulit Jawa, Anak-Anak Pandawa Paling Sakti dan Kompak di Babak Perang Kembang
Ia telah hidup sejak era kejayaan Maespati, di masa pemerintahan Prabu Arjuna Sasrabahu, jauh sebelum kisah Ramayana dimulai.
Rama Bargawa merupakan putra dari Resi Jamadagni dan Dewi Renuka. Ia memiliki 4 saudara laki-laki, yaitu Rumawan, Susesna, Wasu, dan Wiswawasu.
Sosoknya dikenal memiliki kebencian mendalam terhadap para kesatria, terutama karena tragedi yang menimpa keluarganya.
Ayah dan saudara-saudaranya dibantai oleh putra-putra Prabu Arjuna Sasrabahu saat ia sedang berkelana.
Peristiwa itu membuatnya bersumpah untuk membalas dendam.
Artikel Terkait
Arti Blencong dalam Pagelaran Wayang Kulit, Jadi Salah Satu Komponen yang Penting dan Wajib
Asal Usul Istilah Dalang dalam Wayang Kulit, Salah Satu Warisan Budaya yang Telah Diakui UNESCO
Apa Arti Kelir dalam Wayang Kulit? Salah Satu Media Utama yang Tidak Boleh Terlewat dalam Pementasan Wayang
Wayang adalah Singkatan 'Wajib Sembahyang', Kyai Achmad Chalwani: Maka Kalau Ada Orang Rajin Nonton Wayang kok Tidak Pernah Sholat, Jelas...
Kenapa Pentas Wayang Kulit Sering Dimainkan Malam Hari? Ada Pesan Penting dari Sunan Kalijaga