Unsur-unsur khas pewayangan seperti gunungan, rampogan, bahkan tokoh punakawan seperti Cangik dan Limbuk ikut ditampilkan. Ini menjadikan pertunjukan terasa sangat akrab bagi penonton Jawa.
3. Wayang Bisa Ganti Kepala dan Badan
Wayang Wacinwa dibuat dari kulit kerbau dan mengikuti gaya pakaian khas Tiongkok. Yang unik, kepala dan badan wayang dibuat terpisah.
Artinya, satu tokoh bisa berganti rupa hanya dengan menukar salah satu bagian tubuhnya, inovasi teknis yang jarang ditemui dalam seni wayang lain.
4. Dulu Populer di Jawa Tengah, Barat, dan Timur
Pada masa jayanya, Wacinwa dipentaskan di berbagai daerah mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.
Wayang ini menjadi jembatan budaya antara komunitas Tionghoa dan masyarakat Jawa, dan disambut hangat oleh khalayak luas, termasuk dari luar etnis Tionghoa.
5. Kini Hanya Tersisa 2 Set di Dunia
Sayangnya, pertunjukan terakhir Wacinwa berlangsung tahun 1960, dibawakan oleh penciptanya sendiri.
Peraturan Orde Baru yang membatasi ekspresi budaya Tionghoa memutus regenerasi dalang Wacinwa. Saat ini, hanya 2 set Wacinwa asli yang masih ada, masing-masing disimpan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta dan Yale University di Amerika Serikat.
Upaya pelestarian dilakukan dengan membuat replika dan pertunjukan ulang secara terbatas.
Wacinwa bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi saksi sejarah tentang perjumpaan dan harmoni 2 tradisi besar yang pernah hidup berdampingan secara damai di Nusantara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Karakter Tragis dalam Wayang Kulit, Kisah Sang Ksatria yang Terjebak Antara Kesetiaan dan Identitas Asli
Karena Apa? Putri Semata Wayang Pengacara Alvin Lim Mengaku Belum Pernah Bertemu dengan Ibu Kandungnya, Kate Lim: Bukan Prioritas
Tokoh Wayang yang Hidup di Ramayana dan Baratayudha, Pembantai Kasta Ksatria hingga Diangkat Jadi Dewa Perang di Kahyangan
Lakon Wayang Sunan Kalijaga yang Paling Diminati saat Dakwah Islam di Tanah Jawa, Sarat Makna dan Pesan Spiritual
Mirip Syekh Siti Jenar, Tokoh Wayang ini Asli Jawa dan Hanya di Yogyakarta: Sakti Tanpa Tanding dan Menolak Kehidupan Duniawi