SketsaNusantara.id - Kesenian dan kebudayaan di Indonesia adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan.
Terdapat beragam kesenian tradisional yang merupakan warisan budaya di Nusantara ini yang sangat indah dan memukau.
Tidak hanya indah, beragam kesenian tersebut memiliki makna filosofis yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.
Tidak terkecuali kesenian tari gandrung yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang terkenal akan gerakan penuh energi dan ekspresifnya ini.
Seperti kesenian-kesenian lain yang ada di Indonesia, tari gandrung memiliki sejarah dan makna yang terkandung dalam setiap gerakannya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut 7 fakta unik tentang tari gandrung.
1. Ungkapan Rasa Syukur
Kesenian tari gandrung memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Banyuwangi setelah panen.
Kepercayaan masyarakat lokal memaknai kata “gandrung” sebagai bentuk kekaguman terhadap Dewi Sri atau Dewi Padi.
2. Nama Panggung "Gandrung"
Artikel Terkait
Cara Dakwah Sunan Muria: Sang Penyebar Islam di Gunung Muria dengan Kesenian dan Kebudayaan
Apa Hubungannya dengan Sunan Kalijaga? Sejarah Tari Tayub, Lenggak-Lenggok Cantik Kesenian dari Nganjuk
5 Hasil Kesenian Sunan Kalijaga untuk Syiar Dakwah Islam di Pulau Jawa, Nomor 4 Penuh Makna Filosofis yang Sering Dilupakan
Festival Rakyat Ramadhan 1446 H Sambut Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Jember, Nyoman: Kita Hadirkan Kesenian dan Kebudayaan
Unik dan Menyeramkan, Inilah Kesenian Can Macanan Kadduk dan Ta Butaan yang Tertua di Jember