SketsaNusantara.id - Ludruk merupakan salah satu kesenian rakyat yang berkembang di Jawa Timur.
Seni pertunjukan ini dikenal luas sebagai hiburan masyarakat. Ceritanya dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat.
Dalam pementasannya, ludruk tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Kesenian ini juga memuat pesan sosial dan nilai kehidupan. Beberapa unsur ajaran Islam tersisip di dalam cerita.
Dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @penais.kemenag dan @syiarbudayaislam, ludruk berasal dari kata gedruk yang berarti menghentakkan kaki. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa Timur. Wilayah Surabaya menjadi salah satu pusat perkembangannya.
Cerita ludruk banyak mengangkat kehidupan rakyat kecil. Kisah-kisah tersebut disampaikan secara ringan dan komunikatif. Unsur humor menjadi ciri utama pertunjukan ini.
Ludruk mengalami perkembangan pesat pada periode 1920 hingga 1930. Pada masa itu, dialog dan alur cerita mulai terbentuk jelas. Bentuk pementasan pun semakin terstruktur.
Struktur pementasan ludruk diawali dengan pembukaan. Bagian pembuka biasanya menampilkan atraksi tari ngrema. Tarian ini berfungsi menarik perhatian penonton.
Setelah pembukaan, pertunjukan berlanjut ke atraksi bedayan. Pada bagian ini, tampil beberapa travesti dengan gerakan ringan. Adegan tersebut disertai interaksi dengan penonton.
Pementasan kemudian memasuki adegan lawak. Seorang pelawak tampil menyampaikan humor. Lawakan ini sering diselingi dialog ringan dan sindiran sosial.
Bagian inti pertunjukan adalah penyajian lakon. Lakon dibagi ke dalam beberapa babak. Setiap babak terdiri atas beberapa adegan yang saling berkaitan.
Dalam pertunjukan ludruk, musik memegang peranan penting. Alat musik yang digunakan cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah boning saron, gambang gender, dan slentem.
Selain itu, digunakan pula siter dan seruling. Alat musik ritmis seperti ketuk dan kenong turut mengiringi. Kempul dan gong menjadi penanda pergantian bagian pertunjukan.
Artikel Terkait
Kritik Pemkot Probolinggo saat Peringatan HUT ke-666, Seniman Ini Sebut Probolinggo Darurat Kesenian
5 Fakta Unik Gambang Kromong, Kesenian Tradisional Betawi dengan Unsur Budaya Tionghoa, Sunda, dan Jawa, Lestari hingga Kini
5 Fakta Tari Glipang, Kesenian Khas Probolinggo Jawa Timur, Simbol Perlawanan terhadap Penjajahan Belanda di Masa Lampau
7 Fakta Unik Tari Gandrung, Kesenian Khas Banyuwangi Jawa Timur, Bentuk Rasa Syukur hingga Penghormatan terhadap Alam
6 Kesenian Tari Tradisional dari Kalimantan Timur, Warisan Budaya Khas Suku Dayak hingga Perpaduan Budaya Melayu
5 Fakta Unik Kesenian Tradisional Rampak Bedug Khas Banten, Dimainkan untuk Menyemarakkan Bulan Ramadhan hingga Unsur Religi di Dalamnya
4 Keistimewaan Tari Perang Khas Papua, Kesenian Penuh Energi dari Bumi Cendrawasih, Mengobarkan Semangat Kemenangan di Medan Perang