SketsaNusantara.id - Yogyakarta dikenal sebagai kota dengan ragam kuliner khas yang terus berkembang. Berbagai inovasi kuliner bermunculan dan menarik perhatian wisatawan. Salah satu yang menonjol adalah Sate Ratu.
Sate Ratu menjadi destinasi kuliner yang ramai dikunjungi di Yogyakarta. Tempat ini dikenal lewat menu Sate Ayam Merah. Sajian tersebut berbeda dari sate pada umumnya.
Keunikan Sate Ratu terletak pada bumbu yang digunakan. Sate ini tidak menggunakan bumbu kacang maupun kecap. Konsep tersebut menjadi ciri utama yang membedakannya.
Dilansir dari Jogjaprov.go.id, perjalanan Sate Ratu tidak dimulai sebagai restoran sate. Usaha ini bermula dari Angkringan Ratu pada tahun 2015. Setahun kemudian, konsep usaha berubah menjadi Sate Ratu.
Lokasi awal Sate Ratu berada di Jalan Magelang, Yogyakarta. Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, kebutuhan ruang semakin besar. Hal tersebut mendorong pengembangan usaha.
Pada awal tahun 2021, Sate Ratu berpindah lokasi. Tempat baru berada di Jalan Sidomukti, Tiyasan, Condongcatur, Sleman. Lokasi ini lebih luas dan nyaman.
Nama Ratu dipilih dengan pertimbangan tertentu. Nama tersebut terdengar tradisional dan dekat dengan budaya Yogyakarta. Filosofi kerajaan menjadi latar pemilihan nama.
Menu utama yang disajikan adalah Sate Ayam Merah. Daging ayam yang digunakan berasal dari kualitas pilihan. Proses pengolahan dilakukan dengan perendaman bumbu khusus.
Setelah direndam, sate dibakar hingga matang. Proses pembakaran menghasilkan tekstur daging yang tetap lembap. Cita rasa bumbu terasa gurih, asin, pedas, dan sedikit manis.
Kreasi bumbu Sate Ayam Merah lahir dari pengalaman kuliner pemiliknya. Fabian Budi Seputro dan I Gusti Lanang Trisna mencicipi berbagai masakan Nusantara. Pengalaman tersebut memengaruhi racikan rasa.
Sate Ayam Merah memiliki varian tidak pedas. Menu tersebut dikenal dengan nama Sate Kanak. Varian ini meraih Juara Nasional Kompetisi Ngulik Rasa tahun 2019.
Selain sate, tersedia menu inovatif lainnya. Lilit Basah menjadi salah satu sajian andalan. Menu ini terinspirasi dari Sate Lilit khas Bali.
Artikel Terkait
Wisata Malam Jogja yang Selalu Bersinar: Rahasia Taman Pelangi Monjali dengan Lampion Raksasa, Wahana Seru, dan Spot Kuliner dalam Satu Area
Jember Siap Hadirkan Pusat Kuliner Malam, Food Street Digadang-gadang Jadi Solusi Ekonomi Baru
Rejowinangun Jadi Kampung Wisata Unggulan di Kotagede dengan Edukasi Agro, Kuliner Unik, Seni Tradisi, dan Paket Wisata
Jejak Sejarah Kuliner 'Miskin' di Yogyakarta yang Kini Jadi Favorit Semua Kalangan
Kuliner Tua dari Kotagede: Roti Kembang Waru yang Pernah Eksklusif Bangsawan Kini Bisa Dinikmati Semua Orang