Kamis, 4 Juni 2026

Tak Pakai Kacang dan Kecap, Sate Ratu Yogyakarta Jadi Destinasi Kuliner Favorit Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Januari 2026 | 05:30 WIB
Menu lezat Sate Ratu dari Yogyakarta. (Instagram/sateratu)
Menu lezat Sate Ratu dari Yogyakarta. (Instagram/sateratu)

SketsaNusantara.id - Yogyakarta dikenal sebagai kota dengan ragam kuliner khas yang terus berkembang. Berbagai inovasi kuliner bermunculan dan menarik perhatian wisatawan. Salah satu yang menonjol adalah Sate Ratu.

Sate Ratu menjadi destinasi kuliner yang ramai dikunjungi di Yogyakarta. Tempat ini dikenal lewat menu Sate Ayam Merah. Sajian tersebut berbeda dari sate pada umumnya.

Keunikan Sate Ratu terletak pada bumbu yang digunakan. Sate ini tidak menggunakan bumbu kacang maupun kecap. Konsep tersebut menjadi ciri utama yang membedakannya.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik di Balik Lezatnya Sate Padang, Asal-Usul Kuliner hingga Bumbu Rahasia Asli dari Minangkabau

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, perjalanan Sate Ratu tidak dimulai sebagai restoran sate. Usaha ini bermula dari Angkringan Ratu pada tahun 2015. Setahun kemudian, konsep usaha berubah menjadi Sate Ratu.

Lokasi awal Sate Ratu berada di Jalan Magelang, Yogyakarta. Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, kebutuhan ruang semakin besar. Hal tersebut mendorong pengembangan usaha.

Pada awal tahun 2021, Sate Ratu berpindah lokasi. Tempat baru berada di Jalan Sidomukti, Tiyasan, Condongcatur, Sleman. Lokasi ini lebih luas dan nyaman.

Baca Juga: Kuliner Baru di Jember! Pisang Goreng Disulap Jadi Sate Bakar Manis Kekinian di Mr SaPi Jember, Cita Rasa Baru yang Wajib Dicoba

Nama Ratu dipilih dengan pertimbangan tertentu. Nama tersebut terdengar tradisional dan dekat dengan budaya Yogyakarta. Filosofi kerajaan menjadi latar pemilihan nama.

Menu utama yang disajikan adalah Sate Ayam Merah. Daging ayam yang digunakan berasal dari kualitas pilihan. Proses pengolahan dilakukan dengan perendaman bumbu khusus.

Setelah direndam, sate dibakar hingga matang. Proses pembakaran menghasilkan tekstur daging yang tetap lembap. Cita rasa bumbu terasa gurih, asin, pedas, dan sedikit manis.

Kreasi bumbu Sate Ayam Merah lahir dari pengalaman kuliner pemiliknya. Fabian Budi Seputro dan I Gusti Lanang Trisna mencicipi berbagai masakan Nusantara. Pengalaman tersebut memengaruhi racikan rasa.

Sate Ayam Merah memiliki varian tidak pedas. Menu tersebut dikenal dengan nama Sate Kanak. Varian ini meraih Juara Nasional Kompetisi Ngulik Rasa tahun 2019.

Selain sate, tersedia menu inovatif lainnya. Lilit Basah menjadi salah satu sajian andalan. Menu ini terinspirasi dari Sate Lilit khas Bali.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X