SketsaNusantara.id - Surabaya sebagai kota metropolitan tak hanya dipenuhi pusat perbelanjaan modern.
Di tengah hiruk-pikuk mal dan toko ritel, masih berdiri kokoh pasar tradisional yang menjadi denyut nadi ekonomi rakyat.
Salah satunya adalah Pasar Soponyono, yang terletak di kawasan Rungkut, bagian timur Kota Surabaya.
Pasar ini bukan sekadar tempat jual-beli. Ia telah menjadi bagian dari sejarah kota, berkembang bersama masyarakatnya selama puluhan tahun.
Dari sinilah kebutuhan sehari-hari ribuan warga dipenuhi. Dari sembako hingga konfeksi, dari sayur mayur hingga ikan segar, semuanya tersedia dalam satu kawasan.
Data dalam artikel ini dikutip SketsaNusantara.id dari situs resmi Siskaperbapo.jatimprov.go.id.
Baca Juga: Bertahan Lebih dari 50 Tahun, Inilah 7 Fakta Pasar Cukir Jombang yang Masih Jadi Pilihan Warga Lokal
Pasar Soponyono Hasil dari Swadaya Masyarakat
Pasar Soponyono berdiri di atas tanah bondodeso (tanah gogolan) sejak tahun 1982. Menariknya, pembangunan dan renovasi pasar ini tidak menggunakan dana pemerintah, melainkan sepenuhnya dari swadaya masyarakat. Renovasi dilakukan dua kali, yaitu pada tahun 1987 dan 2008.
Berlokasi di Jl. Rungkut Asri Utara No.02, Kali Rungkut, pasar ini memiliki posisi yang sangat strategis. Di sekelilingnya terdapat fasilitas publik seperti gudang farmasi, kantor kelurahan, perumahan, dan PD Surya Surabaya, menjadikannya mudah diakses oleh warga dari berbagai penjuru.
Buka Sebelum Subuh
Pasar ini buka sangat pagi, bahkan sebelum ayam berkokok, yakni pukul 03.30 WIB. Aktivitas jual beli berlangsung hingga pukul 21.30 WIB, menjadikannya salah satu pasar dengan jam operasional terpanjang di Surabaya.
Dengan luas tanah mencapai 5.000 meter persegi dan bangunan seluas 3.500 meter persegi, pasar ini mampu menampung ratusan pedagang serta ribuan pengunjung setiap harinya. Lahan yang luas ini juga memungkinkan pengelolaan pasar yang lebih rapi dan nyaman.
Ratusan Penjual
Jumlah unit usaha yang ada di dalam Pasar Soponyono mencapai 510 stand. Dari total tersebut, 500 di antaranya aktif digunakan, sementara hanya 10 stand yang tutup. Artinya, lebih dari 98 persen unit bisnis di pasar ini hidup dan beroperasi.
Artikel Terkait
7 Fakta Pasar Tegal Besar Jember: Dulunya Pasar Sementara, Sekarang Jadi Andalan Warga Kaliwates
5 Fakta Pasar Wirolegi Jember Tetap Ramai sejak 1974 Meski Hanya Buka 4 Jam Sehari dan Luasnya Cuma 3000 Meter
Sudah Ramai sejak 1972, Inilah 5 Fakta Pasar Kreongan Jember yang Dipadati 48 Toko dan Hanya Punya 4 Los
7 Fakta Menarik Pasar Tradisional di Lumajang yang Luasnya Seukuran 2 Lapangan Bola, Ada 660 Pedagang dan Ratusan Kios