SketsaNusantara.id – Pasar tradisional di Indonesia bukan sekadar tempat jual beli, tapi juga pusat interaksi sosial dan denyut ekonomi rakyat.
Salah satunya adalah Pasar Cukir yang terletak di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Pasar ini menjadi saksi sejarah tumbuhnya ekonomi lokal sekaligus tempat andalan warga untuk memenuhi kebutuhan harian.
Didirikan pada tahun 1973, Pasar Cukir tetap eksis hingga kini meskipun perkembangan zaman terus mendorong digitalisasi dan kehadiran minimarket.
Dengan jumlah pedagang mencapai ratusan orang dan jam operasional sejak dini hari, pasar ini menawarkan banyak hal menarik yang layak disorot.
Berikut 7 fakta menarik tentang Pasar Cukir Jombang yang dirangkum SketsaNusantara.id dari Siskaperbapo.jatimprov.go.id.
Baca Juga: 8 Fakta Pasar Sukodono Lumajang yang Berdiri sejak 1988 dan Tetap Ramai dari Subuh
1. Berdiri sejak Tahun 1973
Pasar ini bukan pemain baru. Dengan usia lebih dari 50 tahun, Pasar Cukir telah menjadi bagian dari sejarah ekonomi warga Jombang, khususnya di wilayah Cukir dan sekitarnya. Keberadaannya telah melewati berbagai fase zaman, termasuk krisis ekonomi dan era digital saat ini.
2. Lokasinya Strategis
Pasar Cukir berada di Jl. Raya Kediri No. 21, Cukir, Diwek, Kabupaten Jombang. Lokasi ini menjadi jalur penting yang menghubungkan kota Jombang dengan kawasan lain di Jawa Timur, sehingga mudah dijangkau oleh pembeli dari berbagai penjuru.
3. Jam Operasional Mulai Subuh
Artikel Terkait
Dibangun sejak 1973, Ini 3 Fakta Istimewa Pasar Tanjung Jember yang Jadi Nadi Ekonomi Rakyat Kecil
Berdiri sejak 1976 dan Buka Mulai Jam 3 Pagi! 7 Fakta yang Bikin Pasar Mangli Jember Selalu Ramai Pembeli
7 Fakta Pasar Tegal Besar Jember: Dulunya Pasar Sementara, Sekarang Jadi Andalan Warga Kaliwates
5 Fakta Pasar Wirolegi Jember Tetap Ramai sejak 1974 Meski Hanya Buka 4 Jam Sehari dan Luasnya Cuma 3000 Meter
Sudah Ramai sejak 1972, Inilah 5 Fakta Pasar Kreongan Jember yang Dipadati 48 Toko dan Hanya Punya 4 Los