SketsaNusantara.id - Pasar tradisional sering dianggap sebagai tempat yang perlahan tergerus zaman.
Namun di beberapa titik, justru pasar tradisional tetap hidup, sibuk, dan menjadi nadi ekonomi lokal.
Salah satunya adalah Pasar Pasirian di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Berdiri sejak tahun 2003, pasar ini menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui masyarakat luas.
Dikelilingi oleh perkampungan dan sungai, pasar ini tidak hanya menjadi pusat jual beli, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi ratusan pelaku usaha kecil dan mikro.
Dirangkum SketsaNusantara.id dari Siskaperbapo.jatimprov.go.id, berikut ini adalah 7 fakta menarik tentang Pasar Pasirian yang membuatnya layak disebut sebagai salah satu pasar paling aktif di wilayah selatan Lumajang.
Baca Juga: 7 Fakta Pasar Tegal Besar Jember: Dulunya Pasar Sementara, Sekarang Jadi Andalan Warga Kaliwates
1. Sudah Eksis sejak 2003
Pasar Pasirian berdiri pada tahun 2003 dan berlokasi di Jl. Raya Pasirian No.204, tepatnya di Dusun Kebonan, Desa Pasirian.
Lokasinya strategis karena berada di jalur utama yang menghubungkan berbagai desa di Kecamatan Pasirian.
2. Beroperasi 24 Jam Tanpa Henti
Tak seperti pasar tradisional pada umumnya, Pasar Pasirian beroperasi sepanjang hari tanpa tutup.
Artikel Terkait
Apa itu Mayfly? Heboh Ribuan Serangga Terbang Kerubungi PJU Jembatan Pasar Reboan Puger Jember, Keluarkan Bau Amis dan Ganggu Pandangan Pengguna Jalan
Dari Lereng Merapi ke Pasar Global: Batik Parang Kaliurang Tembus Pasar Muslim Lewat Desa BRILiaN BRI
Kisah Ratna dan Baker’s Gram, UMKM Kue Rumahan yang Tumbuh Bersama BRI Menuju Pasar Internasional
BRI Dukung UMKM Lokal Tembus Pasar Global, BeeMa Honey Sukses Ekspor Madu Premium ke Singapura
Pasar dan Pertokoan di Desa-Desa Jember Tumbuh Pesat, Kawasan Ini Paling Mendominasi