SketsaNusantara.id - Biasanya pasar-pasar dan kelompok pertokoan identik dengan pusat kota atau kecamatan yang ramai.
Namun, data terbaru tahun 2024 justru menunjukkan fakta yang berbeda di Kabupaten Jember.
Pertumbuhan pasar permanen dan semi permanen, hingga kelompok pertokoan, justru mendominasi kawasan desa-desa.
Data terbaru mencatat lonjakan signifikan jumlah Desa/Kelurahan yang memiliki pasar dengan bangunan permanen maupun semi permanen.
Fakta ini mengindikasikan perubahan pola aktivitas ekonomi masyarakat, yang kini menyebar lebih merata hingga ke wilayah pedesaan.
Puger Jadi Juara Pasar, Kaliwates Pusat Pertokoan
Dalam laporan yang dimuat di 'Kabupaten Jember dalam Angka 2025' terbitan BPS, Kecamatan Puger tercatat sebagai wilayah dengan jumlah desa terbanyak yang memiliki pasar.
Pasar tersebut terdiri dari bangunan permanen maupun semi permanen. Totalnya mencapai 12 desa.
Sebanyak 9 di antaranya memiliki pasar dengan bangunan tetap atau semi permanen.
Selain itu, jika berbicara tentang kelompok pertokoan, data menunjukkan dominasi Kecamatan Kaliwates.
Desa-desa di kecamatan ini menjadi episentrum kelompok pertokoan dengan total 59 unit tersebar di berbagai titik.
Dominasi Kaliwates ini cukup mengejutkan mengingat banyak pihak sebelumnya mengira pusat pertokoan berada di wilayah kota seperti Sumbersari atau Patrang.
Artikel Terkait
Kangen dengan Cemilan Jadul, Warung Cemilan Cihapit di Pasar Cihapit Bandung Bisa Mengobati Rasa Rindu Itu
Modal 10 Ribu Sudah Bisa Makan Enak di Bali, Emang Beneran Ada? Blusukan ke Pasar Wilayah Denpasar, Ada Kuliner Khas Pulau Jawa yang Ngangenin
Serunya 'Blusukan' di Pasar Ngasem Yogyakarta, Menikmati Kuliner Tradisional di Bekas Pasar Burung Berusia 200 Tahun Lebih
Menyelami Balige Lewat Pasar Tradisional dan Kain Mandar, Jejak Sejarah di Tengah Riuhnya Arus Kehidupan
Jalan-Jalan ke Pasar Papringan: Surga Jajanan Tradisional Berbahan Alami di Tengah Kebun Bambu Jawa Tengah