Dari jumlah stand yang ada, terdata 429 pedagang yang berjualan secara aktif. Ini membuktikan bahwa pasar ini bukan hanya hidup secara fisik, tapi juga secara ekonomi dan sosial.
Barang yang dijual sangat beragam mulai dari sembako, sayur, buah, ikan, daging, hingga barang non-pangan seperti gerabah, konfeksi, dan warung tradisional. Bahkan ada PK-5 yang turut meramaikan suasana khas pasar rakyat.
Meski statusnya pasar tradisional, Pasar Soponyono dilengkapi fasilitas umum yang memadai. Mulai dari mushola, toilet, ruang informasi, hingga CCTV dan tabung pemadam kebakaran. Bahkan tersedia sumur cadangan untuk penunjang PMK.
Fasilitas area parkir tersedia bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi. Kehadiran CCTV turut menambah rasa aman bagi pengunjung dan pedagang.
Pasar Soponyono bukan hanya sekadar tempat jual beli tradisional, tetapi juga simbol keberlanjutan ekonomi warga yang bertahan hingga kini. Dengan dukungan masyarakat, fasilitas lengkap, dan lokasi strategis, pasar ini layak mendapat perhatian lebih di tengah gempuran pasar modern. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
7 Fakta Pasar Tegal Besar Jember: Dulunya Pasar Sementara, Sekarang Jadi Andalan Warga Kaliwates
5 Fakta Pasar Wirolegi Jember Tetap Ramai sejak 1974 Meski Hanya Buka 4 Jam Sehari dan Luasnya Cuma 3000 Meter
Sudah Ramai sejak 1972, Inilah 5 Fakta Pasar Kreongan Jember yang Dipadati 48 Toko dan Hanya Punya 4 Los
7 Fakta Menarik Pasar Tradisional di Lumajang yang Luasnya Seukuran 2 Lapangan Bola, Ada 660 Pedagang dan Ratusan Kios