Hal ini dikarenakan hakikat literasi adalah memahami, melibati, menggunakan, menganalisis dan mentransformasi teks.
Budaya membaca yang dilakukan Gus Dur akan bisa memperluas informasi untuk meningkatkan kemampuan saat mengambil kebijakan. Kemampuan menulis Gus Dur menujukkan ekspresi yang tidak mudah bereaksi terhadap realitas. Ini dikarenakan sudah ditunjang literasi agar terbiasa untuk berpikir kritis.
Wafatnya Gus Dur sejak 30 Desember 2009 lalu seolah memberi “pekerjaan rumah” bagi bangsa ini untuk tetap merawat dan meruwat keragaman yang ada. Dengan sekuat tenaga menghindari hoax. Dan, Gus Dur sudah memberikan inspirasi literasi bagi kemajuan ibu pertiwi.
*Penulis adalah Dosen STIT Urwatul Wutsqo Jombang dan Pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Timur
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!