sketsa

Mengenang 15 Tahun Wafatnya KH Abdurrahman Wahid: Gus Dur dan Tradisi Literasi

Sabtu, 21 Desember 2024 | 16:30 WIB
Mukani, Dosen STIT Urwatul Wutsqo Jombang

Hal ini dikarenakan hakikat literasi adalah memahami, melibati, menggunakan, menganalisis dan mentransformasi teks.

Budaya membaca yang dilakukan Gus Dur akan bisa memperluas informasi untuk meningkatkan kemampuan saat mengambil kebijakan. Kemampuan menulis Gus Dur menujukkan ekspresi yang tidak mudah bereaksi terhadap realitas. Ini dikarenakan sudah ditunjang literasi agar terbiasa untuk berpikir kritis.

Baca Juga: 9 Nasihat Gus Dur untuk Hari Santri Nasional 2024: Islam Datang Bukan untuk Mengubah Budaya Leluhur Jadi Budaya Arab

Wafatnya Gus Dur sejak 30 Desember 2009 lalu seolah memberi “pekerjaan rumah” bagi bangsa ini untuk tetap merawat dan meruwat keragaman yang ada. Dengan sekuat tenaga menghindari hoax. Dan, Gus Dur sudah memberikan inspirasi literasi bagi kemajuan ibu pertiwi.

*Penulis adalah Dosen STIT Urwatul Wutsqo Jombang dan Pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Timur

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB