Minggu, 19 Juli 2026

Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk, Sosok Gus Dur Wajib Terus Dikenang dan Jadi Pengingat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 7 Oktober 2024 | 07:00 WIB
Alasan Gus Dur penting sebagai pengingat di zaman sekarang. (gusdur.net)
Alasan Gus Dur penting sebagai pengingat di zaman sekarang. (gusdur.net)

SketsaNusantara.id - Peran Kyai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam sejarah demokrasi di Indonesia pasca Orde Baru tak bisa diabaikan.

Jika BJ Habibie disebut sebagai presiden yang berhasil meletakkan dasar demokrasi di Indonesia selepas rezim Orde Baru, Gus Dur adalah tokoh yang berhasil melapangkan jalan bagi kehidupan demokrasi.

Hal itu disampaikan Eep Saefulloh Fatah dalam kanal Youtube-nya yang membahas jejak keteladanan para presiden di masa Reformasi.

Baca Juga: Apa Penyebab Romo Benny Meninggal Dunia? Pastor Muda Teman Diskusi Gus Dur Ternyata Sudah Lama Mengidap Penyakit Ini Sejak Lama

Pakar Politik kelahiran 13 November 1967 ini mengungkap kisah saat ia melakukan perjalanan ke Eropa dari tahun 2000 hingga 2003.

Dalam perjalanan itu, ia berkeliling dari satu kota ke kota dan berjumpa dengan sejumlah eksil dari Indonesia.

Mereka adalah warga Indonesia yang terpaksa tidak dapat pulang ke tanah air akibat terjadinya pergantian kekuasaan secara dramatis di akhir tahun 1965.

Baca Juga: Siapa Romo Benny Susetyo? Berikut Profil Stafsus BPIP yang Meninggal Dunia, Pastor Muda Teman Diskusi Gus Dur

Setiap kali Eep bertemu dengan kaum eksil, mereka menyampaikan rasa terima kasih dan kekaguman Presiden Gus Dur.

"Karena Gus Dur-lah yang kembali memulihkan kewarganegaraan mereka. Kembali merehabilitasi status mereka, dan mempersilakan mereka jika hendak kembali ke tanah air," kata Eep, dikutip SketsaNusantara.id, dari video kanal Youtube Keep Talking, 5 Oktober 2024.

"Gus Dur adalah pelanjut Habibie dalam kaitan dengan keberanian transisional, dan inisiatif transisional," lanjut Eep.

Baca Juga: Jokowi Disebut Tak Punya Etika di Masa Akhir Jabatan, Menteri Era Gus Dur: Orang Sudah Paranoid

Itulah kenapa Gus Dur dinilai sebagai pelapang jalan bagi demokrasi di Indonesia, setelah dasarnya diletakkan oleh BJ Habibie.

Habibie boleh kita sebut sebagai pembuka jalan. Gus Dur kita sebut sebagai pelapang jalan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Keep Talking

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X