Mukani*
“Tirakat santri yang paling utama adalah membaca. Ibadah santri yang paling membekas adalah menulis,” Gus Dur.
SketsaNusantara.id - Tidak terasa presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah meninggalkan bangsa Indonesia.
Berbagai kegiatan akan digelar untuk mengenang kepergian Gus Dur. Mulai dari bedah majalah, pagelaran wayang kulit, Pesantren Expo, bakti sosial, festival mewarnai foto Gus Dur, khatmil Qur’an, bahtsul masa’il dan shalawatan.
Puncaknya adalah pengajian akbar yang digelar Minggu malam 22 Desember 2024. Direncanakan, KH Said Aqil Sirodj akan memberikan mauidzah hasanah. Semuanya digelar di lingkungan Pesantren Tebuireng Jombang.
Hobi Membaca
Salah satu teman alumni Universtas Al-Azhar Kairo Mesir menceritakan banyak hal tentang Gus Dur. Terutama saat dulu masih menimba ilmu di kampus ternama itu.
Banyak buku dan kitab di perpustakaan Universitas Al-Azhar diberi tanda tangan Gus Dur. Komplit diberi nama Abdurrahman Ad-Dakhil bertuliskan Arab. Biasanya di halaman paling belakang. Itu menunjukkan bahwa buku dan kitab tersebut sudah selesai dibaca Gus Dur.
KH Muhammad Zubaidi Muslich (almarhum) menegaskan hal itu. Dia adalah teman Gus Dur saat sama-sama mengajar di Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Seblak Diwek Jombang. Di samping keduanya juga mengajar di Aliyah Tebuireng. Itu dilakukan Gus Dur dengan menaiki sepeda motor Vespa jadulnya. Peristiwa itu terjadi sebelum hijrah ke Jakarta.
Gus Dur, menurut Kiai Zubaidi, saat menimba ilmu di Pesantren Denanyar sudah menunjukkan gemar membaca. Suatu sore, Gus Dur justru bermain tenis meja dengan temannya. Tapi kitab Gus Dur sudah diletakkan di meja (Jawa: dampar) urutan paling depan. Persis di muka meja mengajinya sang ustadz.
Ketika hal ini ditanyakan kepada Gus Dur, dengan enteng dirinya menjawab. Bahwa kitab yang akan dibaca sang ustadz sudah diselesaikan membacanya tadi malam. Sehingga dirinya lebih baik berolah raga dengan tenis meja.
KH Muhammad Yusuf Chudori (2009) juga bercerita yang sama. Saat menimba ilmu selama tahun 1957-1959 di Pesantren Salaf API Tegalrejo Magelang, Gus Dur sangat intens membaca buku dan menonton bioskop. Bahkan kedua hobinya ini menyebabkan Gus Dur tinggal kelas.