sketsa

Tiga Srikandi dalam Pertarungan Pilgub Jatim 2024: Bukti Nyata Kepemimpinan Tidak Terbatas Gender

Jumat, 8 November 2024 | 09:41 WIB
Isna Asaroh, Ketua PC KOPRI Jember

*Isna Asaroh 

SketsaNusantara.id - Pada tanggal 27 November 2024 mendatang, kita akan dihadapkan dengan pesta Demokrasi lima tahunan dalam rangka memilih kepala daerah baik Provinsi ataupun Kabupaten dan atau Kota. P

emilihan kepala daerah (pilkada) merupakan hal penting dalam kelangsungan Negara Demokrasi demi mewujudkan sebuah kepemimpinan yang didasarkan pada “oleh, untuk, dan dari Rakyat” sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

Dalam konteks Indonesia, pemilihan kepala daerah, utamanya gubernur, diatur oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Baca Juga: Tingkatkan Sharing Ekonomi, BRI Kurangi Jumlah Kantor dan Alihkan Layanan Perbankan Melalui AgenBRILink 

Lebih lanjut, Pemilihan Gubernur (Pilgub) menjadi bagian dari wujud nyata manifestasi kedaulatan rakyat. Hal itu didasarkan pada adanya kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mereka anggap mampu mewakili aspirasi dan kebutuhan mereka.

Selain itu, dengan melibatkan rakyat dalam proses pemilihan, legitimasi pemimpin yang terpilih menjadi lebih kuat karena didukung oleh suara langsung dari rakyat.

Pun dengan adanya proses pemilihan gubernur yang demokratis dapat membantu meningkatkan kesadaran politik dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka kedepannya. Partisipasi tersebut dirasa penting untuk menciptakan pemerintahan yang responsif dan akuntabel.

 Baca Juga: Sekda Jember Hadi Sasmito Ditahan Polda Jatim Atas Dugaan Korupsi Billboard

Tidak hanya itu, Pemilihan Gubernur (Pilgub) secara langsung oleh rakyat juga dapat mengurangi praktik korupsi dan politik uang.

Dengan menetapkan proses yang transparan dan akuntabel, diharapkan dapat tercipta adanya lingkungan politik yang bersih dan adil, di mana calon pemimpin yang dipilih berdasarkan kemampuan dan integritas mereka, bukan berdasarkan kekuatan finansial.

Di lain sisi, Pilgub juga dapat memperkuat demokrasi lokal dengan memberikan hak kepada masyarakat untuk memilih pemimpin mereka sendiri.

Baca Juga: Tiga Srikandi Jatim Adu Gagasan, Debat Perdana Pilgub Jawa Timur 2024 Ramai Jadi Sorotan Netizen: Lebih Seru Ketimbang Jakarta 

Ini mengarah pada pengembangan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara regional.

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB