Dikutip SketsaNusantara.id dari laman tebuireng.online, fatwa KH Hasyim Asy'ari yang mendasari Resolusi Jihad ini menegaskan bahwa perlawanan terhadap penjajah adalah wajib (fardhu 'ain) bagi setiap Muslim yang mampu.
Bagi NU, mempertahankan kemerdekaan adalah bagian dari upaya menegakkan syariat Islam, yang tidak mungkin terwujud di negeri yang masih berada di bawah cengkeraman penjajah. KH Hasyim Asy'ari dengan tegas menyatakan bahwa tidak akan ada kemuliaan Islam di negeri yang terjajah.
Laskar Hizbullah 'Anak yang Lahir' dari Manifestasi Resolusi Jihad
Tidak berhenti pada seruan, NU melalui Resolusi Jihad ini juga membentuk Laskar Hizbullah, sebuah milisi yang anggotanya mayoritas adalah santri dan pemuda Muslim yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan militer dari Jepang.
Laskar ini menjadi perwujudan nyata dari Resolusi Jihad, yang berjuang di garda depan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Puncak dari semangat perlawanan ini terlihat pada peristiwa 10 November 1945, yang dikenal sebagai Hari Pahlawan. Pertempuran dahsyat antara pasukan Indonesia melawan tentara sekutu di Surabaya berlangsung selama tiga minggu, dan akhirnya berujung pada kekalahan sekutu serta tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby.
Meski sejarah tidak selalu mencatat peran penting KH Hasyim Asy'ari dan para santri dalam peristiwa ini, pemerintah Indonesia mengakui kontribusi mereka dengan menetapkan KH Hasyim Asy'ari sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 249 tahun 1945.
Warisan Semangat Resolusi Jihad
Semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari tidak hanya menjadi kisah heroik masa lalu, tetapi juga merupakan warisan yang harus dijaga oleh generasi muda Indonesia.
Jihad dalam konteks saat ini tidak lagi berbentuk angkat senjata, tetapi lebih kepada perjuangan untuk menjaga kemerdekaan melalui pendidikan, kerja keras, dan keteguhan dalam mempertahankan nilai-nilai bangsa.
Semangat ini harus terus ditanamkan dalam diri generasi muda, agar mereka dapat meneruskan perjuangan untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Resolusi Jihad adalah bukti bahwa kemerdekaan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan untuk menjaga kedaulatan bangsa, demi masa depan yang lebih baik.***