Minggu, 19 Juli 2026

Sosok Arung Palakka, Sultan Bone yang Memperjuangkan Kemerdekaan Rakyat Bugis, Memiliki Gelar...

Photo Author
- Kamis, 25 Juli 2024 | 08:00 WIB
Potret Arung Palakka. (Youtube.com/Budaya Saya.)
Potret Arung Palakka. (Youtube.com/Budaya Saya.)

SketsaNusantara.idArung Palakka adalah Sultan Bone yang menjabat dari tahun 1672-1696.

Ia dikenal sebagai pahlawan yang berjasa dalam kemerdekaan rakyat Bugis.

Arung Palakka pernah terlibat pada Perang Makassar pada tahun 1666-1669 dan kemudian melahirkan perjanjian Bongaya.

Baca Juga: Bagaimana Asal-usul Kue Cucur? Jajanan Tradisional dengan Bentuknya yang Unik Khas Suku Betawi, Simak di Sini...

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Budaya Saya, Arung Palakka lahir pada tahun 1635 di Mario, Riwawo, Soppeng dan memiliki nama kecil La Tenritatta To Unru Daeng Serang.

Ayah dari Arung Palakka bernama Pattubune Datu Lompuleng Arung Tana Tengnga.

Ia adalah seorang Bangsawan Bugis. Sedangkan ibunya bernama We Tenri Sui' Datu Mario ri Wawo yaitu seorang putri dari Raja Bone ke-11.

Baca Juga: 5 Kontroversi Amangkurat I, Raja Kesultanan Mataram Islam yang Terkenal Kejam dan Bengis, Tinggalkan Jejak Kelam bagi Sejarah Indonesia

Ia memiliki gelar nama yaitu di antaranya La Tan-ri Tatta To' Urong To-ri Sompi Patta Malampei Gammana Daeng Serang To' Appatunru Paduka Sri Sultan Sa'ad ud-din dan pelafalan yang tepat adalah La Tenritatta To Unru To-ri SompaE Petta MalampeE Gemme'na Daeng Serang To' Appatunru Paduka Sultan Sa'adduddin.

Sejak ia berumur 8 tahun, Kerajaan Bone diperangi Kerajaan Gowa dan berhasil ditaklukan.

Baca Juga: Nama Asli Kyai Sholeh Darat, Ulama Semarang dan Guru KH Hasyim Asy'ari yang Berdakwah dengan Huruf Arab Pegon

Pada saat umur 11 tahun, Arung Palakka ikut diasingkan ke Gowa bersama kedua orang tuanya dan diserahkan ke Karaeng Pattingaloang.

Di sana, Arung Palakka dididik dan mendapatkan banyaka pengetahuan oleh Karaeng Pattingalloang dalam olahotak dan olahraga.

Di tahun 1660, ia merencanakan serta memimpin pelarian bersama rakyatnya kembali ke Bugis.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X