SketsaNusantara.id – Arung Palakka adalah Sultan Bone yang menjabat dari tahun 1672-1696.
Ia dikenal sebagai pahlawan yang berjasa dalam kemerdekaan rakyat Bugis.
Arung Palakka pernah terlibat pada Perang Makassar pada tahun 1666-1669 dan kemudian melahirkan perjanjian Bongaya.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Budaya Saya, Arung Palakka lahir pada tahun 1635 di Mario, Riwawo, Soppeng dan memiliki nama kecil La Tenritatta To Unru Daeng Serang.
Ayah dari Arung Palakka bernama Pattubune Datu Lompuleng Arung Tana Tengnga.
Ia adalah seorang Bangsawan Bugis. Sedangkan ibunya bernama We Tenri Sui' Datu Mario ri Wawo yaitu seorang putri dari Raja Bone ke-11.
Ia memiliki gelar nama yaitu di antaranya La Tan-ri Tatta To' Urong To-ri Sompi Patta Malampei Gammana Daeng Serang To' Appatunru Paduka Sri Sultan Sa'ad ud-din dan pelafalan yang tepat adalah La Tenritatta To Unru To-ri SompaE Petta MalampeE Gemme'na Daeng Serang To' Appatunru Paduka Sultan Sa'adduddin.
Sejak ia berumur 8 tahun, Kerajaan Bone diperangi Kerajaan Gowa dan berhasil ditaklukan.
Pada saat umur 11 tahun, Arung Palakka ikut diasingkan ke Gowa bersama kedua orang tuanya dan diserahkan ke Karaeng Pattingaloang.
Di sana, Arung Palakka dididik dan mendapatkan banyaka pengetahuan oleh Karaeng Pattingalloang dalam olahotak dan olahraga.
Di tahun 1660, ia merencanakan serta memimpin pelarian bersama rakyatnya kembali ke Bugis.
Artikel Terkait
Inilah Kesaktian Ken Arok Pendiri Kerajaan Singasari yang Lolos dari Pengeroyokan dan Mempunyai Keris Sakti Bernama...
Cikal Bakal Kabupaten Lumajang? 5 Fakta Kerajaan Lamajang Tigang Juru Wilayah Kekuasaan Arya Wiraraja Bagian dari Majapahit
Sekolah Khusus Putra Pejabat Kerajaan Kini Tetap Digunakan Jadi SD, Letaknya Ada di Samping Kraton Yogyakarta
Janggan, Kebaya Gadis Kretek yang Dipakai Dian Sastrowardoyo, Dulu Pakaian Bangsawan hingga Keluarga Kerajaan
Hari Kebaya Nasional: Asal-Usul, Sejarah hingga Beragam Model Kebaya, Pakaian Wanita Sejak Kerajaan Majapahit?