Lalu, ia sukses membebaskan rakyat Bone dari Kerajaan Gowa dan membawanya pulang ke Bugis.
Adanya pelarian tersebut, Raja Gowa akhirnya marah lalu ia menyerbu Bone dan Arung Palakka nyaris terbunuh.
Arung Palakka tetap melanjutkan pelariannya ke Buton untuk berlindung di sana sekitar 3 tahun.
Pada tahun 1663, ia ke Batavia untuk meminta bantuan VOC membebaskan Kerajaan Bone dan Soppeng dari kekejaman Kerajaan Gowa.
Saat Perang Makassar meletus, Arung Palakka menjadi Panglima Perang pasukan Bone-Soppeng dan bekerja sama dengan VOC yang pada saat itu dipimpin oleh Cornelis Janszoon Speelman untuk melawan Kerajaan Gowa pimpinan Sultan Hasanuddin.
Arung Palakka diberi gelar Tounru' atau Toappaunru yang merupakan tanda berakhirnya Perang Makassar dan berhasil menaklukkannya.
Ia berhasil diangkat menjadi Raja Bone. Selama ia menjadi Raja Bone, kerajaan tersebut mengalami puncak kejayaan.
Pada tahun 1696 ia wafat di Bontoala dan diberi gelar Matinroe ri Bontoala' yang artinya yang wafat di Bontoala.***
Artikel Terkait
Inilah Kesaktian Ken Arok Pendiri Kerajaan Singasari yang Lolos dari Pengeroyokan dan Mempunyai Keris Sakti Bernama...
Cikal Bakal Kabupaten Lumajang? 5 Fakta Kerajaan Lamajang Tigang Juru Wilayah Kekuasaan Arya Wiraraja Bagian dari Majapahit
Sekolah Khusus Putra Pejabat Kerajaan Kini Tetap Digunakan Jadi SD, Letaknya Ada di Samping Kraton Yogyakarta
Janggan, Kebaya Gadis Kretek yang Dipakai Dian Sastrowardoyo, Dulu Pakaian Bangsawan hingga Keluarga Kerajaan
Hari Kebaya Nasional: Asal-Usul, Sejarah hingga Beragam Model Kebaya, Pakaian Wanita Sejak Kerajaan Majapahit?