SketsaNusantara.id - Suhud Sastro Kusumo terdengar seperti nama seseorang yang tidak asing dengan kemerdekaan Indonesia.
Ada banyak tokoh dan pahlawan yang berperan sebelum, selama, hingga jelang kemerdekaan Indonesia.
Saat itu, ada peristiwa penting yang menyangkut Bung Karno dan Bung Hatta sebelum proklamasi kemerdekaan.
Peristiwa tersebut ialah dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok, penculikan presiden dan wakil peresiden pertama itu.
Nama Suhud Sastro Kusumo dalam peristiwa itu disebut, namun bukan pihak yang menculik Bung Karno dan Bung Hatta.
Keterkaitan tokoh tersebut dengan Ir.Soekarno yaitu sebagai pihak yang melindungi atau menjaga keluarga presiden pertama Indonesia.
Jelang kemerdekaan Republik Indonesia, Suhud tak curiga dengan gerak-gerik golongan muda yang menculik Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok.
Namun, sehari setelah Peristiwa Rengasdengklok, Bung Karno dan Bung Hatta sudah kembali ke Jakarta.
Sehingga pada 17 Agustus 1945 pemimpin Indonesia mengumumkan proklamasi kemrdekaan Indonesia.
Lalu siapa sebnarnya Suhur Sastro Kusumo? Apa perannya sebelum dan saat kemerdekaan?
Berikut ini SketsaNusantara.id sajikan informasi tentang 5 fakta Suhud Sastro Kusumo, tokoh Indonesia yang berperan dalam proklamasi kemerdekaan.
Artikel Terkait
Ada Berapa Tingkatan Paskibraka? Pahlawan Muda Pengibar Bendera Pusaka di Hari Kemerdekaan
Kisah Maria Walanda Maramis, Pejuang Perempuan Asal Minahasa yang Gagah Berani, Pahlawan Nasional yang Sempat Terlupakan?
4 Rekomendasi Film Tema HUT Kemerdekaan RI, Film Para Pahlawan yang Tak Kenal Mundur Siap Temani Hari Liburmu!
Akhir Kisah Heroik Laksamana Malahayati, Pahlawan Nasional dari Aceh, Benarkah Gugur saat Perang?
Sempat Viral, Makam Pahlawan Terhimpit Bangunan di Jember Akhirnya Dibongkar Dinsos, Ternyata Isinya Kosong?
Intip Perjuangan Silas Papare, Sosok Pahlawan Tangguh dari Tanah Papua yang Ikut Mempertahankan Kemerdekaan RI
Mayjen Isman Bondowoso: Seorang Komandan Tentara Republik Indonesia Pelajar Sekaligus Pahlawan Nasional, Bagaimana Jejak Perjuangannya?
Mengenal Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara: Gagal Menjadi Dokter, Malah Jadi Pahlawan Nasional