Kamis, 9 Juli 2026

Kisah Maria Walanda Maramis, Pejuang Perempuan Asal Minahasa yang Gagah Berani, Pahlawan Nasional yang Sempat Terlupakan?

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 Juli 2024 | 18:20 WIB
Maria Walanda Maramis sosok pejuang perempuan asal Minahasa. (Instagram @indonesiafeminis)
Maria Walanda Maramis sosok pejuang perempuan asal Minahasa. (Instagram @indonesiafeminis)

 

SketsaNusantara.id - Di balik kesuksesan Indonesia tak lupa boleh terlupakan sosok perempuan yang memiliki peran penting dalam memperjuangan hak perempuan, dialah Maria Walanda Maramis.

Maria Walanda Maramis memiliki pengaruh besar dan turut serta berjuang demi keadilan rakyat Indonesia bersama Cut Nyak Dien dan RA Kartini dalam memperjuangan hak perempuan.

Perjuangan mereka dalam membangun semangat nasionalisme tentunya tidak boleh kita lupakam begitu saja, maka dari itu perlulah kita mengenal tentang siapa Marai Walanda Maramis asal Minahasa ini.

Baca Juga: Sukarni Pahlawan Terlupakan Kelahiran Blitar yang Dipenjara Pemerintahan Bung Karno, Waktu Kecil Sering Gelut dengan Anak-Anak Belanda

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari Youtube Historia Biography, inilah sosok Maria Walanda Maramis seorang pejuang perempuan yang sempat terlupakan.

Maria Walanda Maramis berasal dari Minahasa dengan nama lengkap Maria Yosephin Chaterina Maramis anak dari Bernadus Maramis dan Sarah Rotinsulu.

Orang tua Maria meninggal akibat wabah kolera yang menyerang desa karena penangan medis dulu sangatlah rendah, Maria ditinggal orang tuanya pada usia 6 tahun.

Maria Walanda Maramis merupakan anak bungau dari tiga bersaudara yang lahir pada 1 Desember 1872 di Kema, Sulawesi Utara dan meninggal pada 22 April 1924.

Baca Juga: Siapa Mbah Sholeh Darat? Ini 5 Fakta Ulama Kelahiran Jepara Guru 3 Pahlawan Nasional, Termasuk RA Kartini

Maria hanya tamatan sekolah dasar dan melanjutkan kegiatan berladang di desa, kehidupan Maria Maramis saat itu cukup sulit dan kental akan adat desa.

Dimana pada saat itu seorang perempuan diharuskan untuk menikah atau mengurus keluarga serta mengerjakan setiap pekerjaan rumah tangga dan tidak boleh melanjutkan pendidikannya.

Melihat berbagai problem yang terjadi maka Maria Maramis berkeinginan dan terispirasi memajukan setiap hak perempuan di Minahasa.

Hingga kemudian pada tanggal 8 Juli 1917, Maria pun mendirikan PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya) hal ini dilakukan karana wanita sangatlah perlu dibekali ilmu untuk mengasuh keluarga.

Hingga kemudian aksi dari Maria mendapatkan berbagai dukungan, hingga PIKAT bisa membuka cabang sampai ke Kalimantan dan Jawa.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Historia Biography

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X