Kemudian nama Maria Walanda banyak dikenal karena ikut andil dalam memperjuangkan Hak Perempuan dalam menyuarakan pendapat dalam pemilihan Badan Perwakilan Daerah untuk Minahasa yang saat itu hanya akan diberikan pada laki-laki saja.
Sampai kemudian berita perjuangan Maria Walanda sampai pada Batavia hingga di tahun 1921 Belanda akhirnya memberikan izin perempuan untuk turut ikut serta dalam pemilihan perwakilan minahasa.
Di Minahasa Maria Walanda Maramis sangat dihormati karena sudah dengan gagah berani mendobrak adat dan memperjuangakan hak dan emansipasi perempuan dalam bidang politik dan pendidikan.
Hingga pada 20 Mei 1969 mendapatkan gelar Pahlawan Perempuan dari Pemerintah, itulah ulasan singkat tentang Maria Walanda Maramis. ***
Artikel Terkait
Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama
Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini
Siapa Sosok Kyai Umar Sumberwringin? Pahlawan dari Tokoh Ulama Jember, Pemimpin Laskar Santri yang Kharismatik dan Legendaris
Mengenal Korfball, Olahraga Favorit Pahlawan Jember, Letkol M Sroedji, yang Jadi Cabor di PON 2024, Buatan Belanda?
Sukarni Pahlawan Terlupakan Kelahiran Blitar yang Dipenjara Pemerintahan Bung Karno, Waktu Kecil Sering Gelut dengan Anak-Anak Belanda
Kisah Persahabatan M Sroedji dan dr. Soebandi dalam Patung di Jalan Hayam Wuruk, 2 Pahlawan Jember yang Dibantai Belanda