Jumat, 3 Juli 2026

Sukarni Pahlawan Terlupakan Kelahiran Blitar yang Dipenjara Pemerintahan Bung Karno, Waktu Kecil Sering Gelut dengan Anak-Anak Belanda

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 23 Juli 2024 | 10:08 WIB
Sukarni, pemuda militan di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. (Tangkap layar Pinhasanah TV)
Sukarni, pemuda militan di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. (Tangkap layar Pinhasanah TV)

SketsaNusantara.id - Nama lengkapnya adalah Sukarni Kartodiwirjo. Dalam buku-buku pelajaran sejarah di sekolah Indonesia, ia lebih dikenal sebagai Sukarni.

Ia juga sering disebut dalam sebuah peristiwa penculikan Sukarno-Hatta di Rengasdengklok, yang mendesak Dwi-Tunggal itu untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Meskipun demikian, namanya timbul tenggelam dalam pusaran sejarah, dan lebih sering disebut pada cuplikan fragmen penculikan tersebut.

Baca Juga: Menilik Cerita 6 Juta Gulden Terakhir Sultan HB IX dari Rakyat Jogja yang Buat Bung Karno Terkesan, Cikal Bakal DIY?

Padahal, bisa dibilang jika tidak ada Sukarni, Indonesia mungkin tidak akan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Dilansir SketsaNusantara.id dari buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia, terbitan Narasi tahun 2005, Sukarni mewakili generasi muda yang gerah dengan sikap Bung Karno dan Bung Hatto.

Pasalnya, kedua tokoh itu dinilai terlalu lamban dalam menyikapi menyerahnya Belanda kepada pihak Sekutu.

Baca Juga: Detik-Detik Anang and Friends Disoraki 'Booo' di Stadion Gelora Bung Karno Pada Laga Timnas Indonesia Melawan Filipina, Ada Apa?

Bersama sekelompok anak muda, Sukarni lalu menculik Bung Karno dan Bung Hatta, membawa mereka berdua ke Rengasdengklok, Jawa Barat.

Mereka mendesak agar Indonesia segera melakukan Proklamasi Kemerdekaan dengan memanfaatkan vaccuum of power dan menyusun teks proklamasi.

Dikutip dari Kemdikbud.go.id, Sukarni dilahirkan di Garum, Blitar, Jawa Timur pada 14 Juli 1916. Ia adalah anak kelima dari pasangan Kartodiwirjo-Supiah.

Baca Juga: Pembangunan Dibiayai Hasil Ngutang Dari Uni Soviet dan Korbankan 4 Desa, Kini Kemegahan Stadion Gelora Bung Karno Membuat Pelatih Filipina Bengong

Sukarni merupakan sosok militan yang anti kompromi. Bahkan, masa kecilnya diwarnai dengan perkelahian dengan anak-anak Belanda.

Perkelahian tersebut kerap dipicu oleh ketidaksukaannya pada para penjajah di bumi Indonesia.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia (2005), Narasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X