Kamis, 4 Juni 2026

Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 22 Juli 2024 | 21:08 WIB
Kyai Zainul Arifin, tokoh NU dan Panglima Hisbullah  (Tangkapan layar YouTube Historia Channel )
Kyai Zainul Arifin, tokoh NU dan Panglima Hisbullah (Tangkapan layar YouTube Historia Channel )

 

SketsaNusantara.id - Diantara deretan pahlawan nasional, ada salah satu pahlawan yang berasal dari Sumatera Utara.

Dia adalah Kyai Zainul Arifin Pohan, seorang tokoh NU yang memiliki peranan penting dalam perjalanan kemerdekaan RI.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Historia Biography, Kyai Zainul Arifin merupakan tokoh Islam yang lahir pada tanggal 2 September 1909, di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Baca Juga: Mengenal Korfball, Olahraga Favorit Pahlawan Jember, Letkol M Sroedji, yang Jadi Cabor di PON 2024, Buatan Belanda?

Kyai Zainul Arifin anak keturunan Raja Barus. Beliau meninggal pada 2 Maret 1963 di Jakarta, di usia yang relatif masih muda. Sementara makamnya kini berada Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPN) Kalibata, Jakarta.

Kyai Zainul Arifin merupakan tokoh politik Nahdatul Ulama (NU) yang pernah menjadi ketua DPR-GR di era demokrasi terpimpin Soekarno.

Ia awalnya merupakan Ketua NU cabang Jatinegara yang pernah menjadi anggota GP Ansor dan menjadi panglima Hisbullah Masyumi dari golongan NU.

Ia sudah terlibat politik pada masa pergerakan nasional dimana pada masa penjajahan Jepang ia menjadi Kepala Badan Umum dari Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

Baca Juga: Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama

Kyai Zainul Arifin kemudian menjadi bagian dari pembentukan semi militer Hisbullah. Di mana melalui Hisbullah ia menentang pelibatan Masyumi dalam Romusha dan juga terlibat dalam pertempuran-pertempuran dengan Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia kemudian membentuk model kepengurusan tonarigumi yang merupakan cikal bakal Rukun Tetangga yang berawal dari kawasan Jatinegara kemudian merambah ke pelosok-pelosok desa di Pulau Jawa.

Pada masa pendudukan Jepang ia kemudian membentuk Hisbullah atau tentara Allah di mana ia menjadi panglima di organisasi itu.

Kyai Zainul Arifin bertugas mengkoordinasi pelatihan-pelatihan semi militer di Cibarusah, Bekasi, dekat Bogor.

Sebagai pejuang ia juga aktif sebagai anggota KNIP dan kemudian dipilih menjadi anggota badan pekerja KNIL.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Historia Channel

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X