Minggu, 19 Juli 2026

Jasa-Jasa Ratu Kalinyamat, Sosok Pahlawan Nasional Perempuan dari Jepara yang Melawan Penjajahan Portugis

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 20:15 WIB
Ilustrasi Ratu Kalinyamat (Instagram/@mataramroyalblood)
Ilustrasi Ratu Kalinyamat (Instagram/@mataramroyalblood)


SketsaNusantara.id - Ratu Kalinyamat merupakan salah satu pahlawan nasional perempuan Indonesia.

Perannya dalam melakukan peralawanan kepada penjajah, khususnya bangsa Portugis merupakan bentuk rasa cinta tanah air yang ditunjukkan Ratu Kalinyamat.

Ratu Kalinyamat merupakan bukti nyata bahwa pada saat itu, perempuan berperan sama dan setara seperti laki-laki.

Baca Juga: Tante Lien Korban Sinterklas Hitam, Apa Itu? Kisah Irian Barat, Presiden Soekarno dan Tradisi Berusia Ratusan Tahun

Ia mampu menjadi pemimpin perjuangan melawan penjajah Portugis kala itu.

Peran Ratu Kalinyamat kala itu tak main-main, bahkan ia mampu membuat Portugis sebagai lawan mengakuinya.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman mpr.go.id, inilah jasa-jasa Ratu Kalinyamat di Indonesia.

Ratu Kalinyamat berhasil menguasai dan meningkatkan sektor dagang dan angkatan laut yang digunakan sebagai strategi pengembangan Jepara.

Bidang tersebut berkembang pesat karena adanya kerja sama dengan beberapa kerajaan maritim seperti Johor, Aceh, Maluku, Banten, dan Cirebon.

Ratu Kalinyamat dengan kepemimpinannya berhasil membawa Jepara pada masa kejayaannya di era 1549-1579.

Baca Juga: Di Mana Lokasi Makam Eyang Bathara Katong? Murid Wali Songo Pendiri Ponorogo Sekaligus Pelopor Ajaran Islam yang Punya Banyak Kesaktian

Ia berhasil membawa Jepara menjadi bandar terbesar pesisir utara Jawa yang memiliki peran strategis dalam pengembangan perdagangan antar pulau.

Ratu Kalinyamat juga membangun armada militer yang sangat kuat dan hubungan militer, perdagagangan dan budaya untuk menjaga kedaulatan Jepara.

Di bidang ekonomi, ia berhsil mengembangkan wilayah Jepara menjadi industri galangan kapal terbaik dan terbesar di Asia Tenggara, penghasil beras, pelabuhan terpenting di Pantura.

Sebagai pemimpin perempuan, ia juga tercatat dalam pelopor penggerak aliansi kesultanan Muslim. Ini merupakan aliansi yang meliputi Johor, Aceh, Maluku dan Jepara yang bertujuan untuk mengusir Portugis dari Malaka dan Maluku.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: mpr.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X