sketsa

11 Tahun Berlalu PSI Berdiri dalam Merajut Demokrasi Bangsa Indonesia

Senin, 17 November 2025 | 20:32 WIB
Aan Rochayanto Waketum DPP PSI (Instagram @dpdpsikotatasik)

Aan Rochayanto*

SketsaNusantara.id - Hari ini genap 11 Tahun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berdiri dan ikut membersamai proses Pemilu selama dua kali yaitu 2019 dan 2024.

Meskipun belum bisa menjadi partai yang mampu mengirimkan kadernya ke parlemen di Senayan, namun PSI sudah mampu mengirimkan kadernya di legislatif daerah baik di tingkat satu dan juga tingkat dua.

Hal ini menjadi bukti bahwa PSI sudah dipercaya masyarakat untuk menjadi tumpuan penyaluran aspirasi mereka.

Baca Juga: Pengakuan yang Tertunda: Mengapresiasi Keberanian Marsinah dalam Perspektif Baru

Meskipun sebenarnya, aspirasi masyarakat dalam Negara dengan sistem Demokrasi tidak akan cukup di tampung oleh partai saja. Banyak ruang yang belum terjamah oleh visi misi partai untuk mengejawentahkan keinginan masyarakat. Hal ini terbukti dari berbagai pemilu di negeri ini selalu ada yang tidak menyalurkan suaranya.

Namun semuanya itu menjadi bagian dari kemajemukan prinsip berbangsa dan bernegara setiap individu anak bangsa. Kemajemukan prinsip berbangsa dan bernegara itulah, yang sebenarnya menjadi dasar lahirnya Partai Solidaritas Indonesia.

DNA partai ini adalah kebajikan dan keragaman. Kebajikan dapat diartikan sebagai perbuatan baik dan menjunjung nilai-nilai luhur bangsa yang melahirkan sikap anti korupsi. Ini menjadi pegangan bagi kader PSI disemua tingkatan.

Baca Juga: Gus Dur dan Pahlawan Nasional

Keragaman dapat diartikan bahwa kita tidak monokultur, kita terdiri dari berbagai anak bangsa yang memiliki adat, budaya dan kepercayaan berbeda yang memiliki tujuan yang sama akan kemanusiaan, persatuan dan keadilan sosial, serta menjunjung nilai-nilai toleransi.

DNA inilah yang dicerminkan oleh legislator Kita di daerah tingkat satu dan daerah tingkat dua, dalam merajut demokrasi dan menjadi penyambung lidah rakyat.Tidak korupsi dan tidak melakukan intoleran baik dalam sikap dan kebijakan.
PSI masa depan.

Dalam ulang tahun ke sebelas ini, PSI mengusung tema "Udayah Nafasaktih" dalam bahasa Sansekerta. Artinya adalah kebangkitan dan kekuatan baru.

Baca Juga: Menyingkap Tabir Urgensi Peran Perempuan dan Bahaya Laten Pola Pikir Misogini

Tema ini menjadi arah gerakan kita menuju Pemilu 2029, bahwa kita akan menjadi partai besar dan memiliki kekuatan yang besar. Kekuatan yang menjadi cerminan tampungan cawan demokrasi kita.

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB