sketsa

Bukan Aktivis atau Politikus, Sejarah Harus Ditulis Sejarawan, Bagaimana Nasib Sejarah Versi Rakyat?

Minggu, 8 Juni 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi. Nasib penulisan sejarah di Indonesia. (Pexels/ Анастасия Чопорова )

Fadli menegaskan bahwa meski negara menyusun sejarah nasional, masyarakat tetap memiliki hak untuk menulis versinya masing-masing.

Ia menyebut bahwa penulisan sejarah juga harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan pemecah belah.

“Tapi kalau orang mau menulis sejarahnya sendiri-sendiri juga bebas. Tentu tone-nya itu adalah dalam sejarah untuk mempersatukan kebenaran bangsa,” ujarnya.

Pernyataan ini membuka ruang, namun dengan catatan: sejauh mana "kebebasan" menulis sejarah ini akan diakui secara publik dan akademik jika tidak diadopsi dalam kurikulum, buku resmi, atau kebijakan?

Penulisan sejarah oleh negara memang bukan hal baru. Tapi justru karena itu, pertanyaan-pertanyaan lama muncul kembali.

Siapa yang punya otoritas atas kebenaran sejarah? Sejauh mana sejarah resmi mencerminkan seluruh kepingan kenyataan, bukan hanya yang menguntungkan pihak tertentu?

Jika sejarah adalah alat pemersatu, seperti yang dikatakan Fadli Zon, maka mestinya ia juga menjadi ruang terbuka bagi suara yang selama ini dikesampingkan. Tanpa itu, sejarah akan menjadi milik segelintir orang dan bangsa ini akan kehilangan cermin utuh atas dirinya sendiri.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB