Senin, 13 Juli 2026

Sambut Tahun Ajaran Baru: Tiga Langkah Konkrit Jaga Eksistensi Perpustakaan Demi Peningkatan Kualitas Pendidikan

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB
Mukani (SketsaNusantara.id)
Mukani (SketsaNusantara.id)

Baca Juga: H-46 Muktamar NU, Calon Pengunjung Berebut Rumah Kontrakan dengan Harga Tembus Rp31 Juta per 5 Hari

Kondisi ini, mengutip George R. Terry (2012), mustahil dicapai jika tidak didukung manajemen perpustakaan yang bermutu. Terutama pada tataran perencanaan. Baik rencana jangka pendek (short range plans), rencana jangka menengah (intermediate plans) maupun rencana jangka panjang (long range plans). Termasuk juga pada tahap pengawasan, baik bersifat preventif ataupun korektif.

Langkah Inovasi

Selain koleksi bervariasi, ada tiga langkah yang bisa dilakukan sebuah perpustakaan untuk mendongkrak minat baca generasi zaman now. Ketiganya adalah langkah kreatif yang “keluar” dari rutinitas keseharian lembaga perpustakaan. Dengan ketiga langkah ini, perpustakaan mampu melahirkan banyak inovasi.

Langkah pertama adalah menggelar berbagai perlombaan. Kegiatan ini digelar untuk merangsang para pelajar datang ke perpustakaan. Lalu “menikmati” koleksi yang dimiliki.

Bentuk lomba tidak harus berat. Namun bentuknya ringan dan mengasyikkan. Sesuai dengan karakter kids zaman now. Misalnya lomba resensi buku, cipta puisi, menulis cerpen, kirim surat kepada kepala perpustakaan hingga menggambar.

Hadiah yang diberikan pun juga ditujukan untuk tetap merangsang minat baca tulis para pelajar. Seperti buku bacaan, alat menulis, laptop, handphone, buku tulis atau lainnya. Asal bukan justru hadiah yang terkesan berfoya-foya.

Untuk melaksanakan lomba, pihak perpustakaan bisa bekerjasama dengan membentuk networking dari berbagai pihak. Seperti pihak sponsor untuk menyediakan hadiahnya. Dewan pendidikan dan dewan kesenian untuk bertugas sebagai tim juri. Termasuk bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk memobilisasi peserta lomba dari kalangan pelajar.

Baca Juga: Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Langkah kedua adalah perpustakaan menggelar berbagai pelatihan. Topik yang diambil dalam pelatihan terkait erat dengan dunia pelajar. Misalnya pelatihan membuat blog, pelatihan menulis cerpen dan puisi, pelatihan yang mengkroscek kebenaran berita, pelatihan menggunakan medsos secara cerdas ataupun pelatihan membaca cepat (speed reading).

Dalam melaksanakan berbagai pelatihan ini, perpustakaan juga bisa bekerja sama dengan pihak luar. Baik saat mendatangkan narasumber, peserta ataupun memperoleh dukungan sponsor.

Langkah ketiga yang juga harus diperhatikan adalah kesinambungan dari dua ide kreatif di atas. Jangan sampai kedua ide digelar dan berlalu begitu saja. Perlu adanya pendampingan secara terus menerus bagi kalangan pelajar yang ingin secara intens berproses di dunia literasi.

Misalnya adalah perpustakaan menggelar bursa buku murah. Pelaksanaannya bisa beberapa hari. Selama pelaksanaan bursa buku, digelar berbagai event. Sebagaimana dijelaskan pada langkah pertama dan kedua di atas.

Jika ketiga langkah ini dilaksanakan secara serius, maka minat baca di kalangan pelajar akan meningkat. Bahkan mampu terjaga dengan baik. Semoga.***

*Guru Ahli Madya pada SMAN 1 Jombang dan Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Seblak

Halaman:

Editor: As'ad Choirudin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X