Kiai dan nyai tidak semuanya bekerja dalam aras media. Lebih banyak lagi yang bekerja dalam aras kesunyian. Bagi mereka, mengajarkan agama dalam berbagai bentuk adalah aktualisasi kesalehan. Hal ini dilakukan sepanjang mereka hidup. Mereka tidak memerdulikan publikasi.
Tidak heran jika kemudian banyak kiai kampung yang belum ditulis daripada yang sudah ditulis. Dalam konteks semacam inilah maka penerbitan buku Cahaya Sang Kiai ini menemukan titik signifikansinya.
Tidak semua kiai dan nyai memiliki pesantren sebagaimana yang nama-namanya diuraikan di buku ini. Namun masyarakat memberikan pengakuan akan kiprah penting mereka. Sayangnya perhatian terhadap para penempuh jalan sunyi kebajikan ini belum banyak. Riset, buku dan tulisan-tulisan terkait kehidupan, pribadi dan kiprah mereka sangat terbatas.
Sebanyak 33 nama kiai kampung dan nyai yang namanya ditulis di dalam buku Cahaya Sang Kiai ini, menurut Ngainun Naim, tidak semuanya memiliki basis rekognisi yang kuat. Ada yang memiliki keempatnya,l Aziz Mansur. Namun ada yang kuat dalam kualitas pribadi.
Buku Cahaya Sang Kiai ini merupakan pemotretan yang dilakukan para penulis terhadap sosok kiai kampung. Mulai dari peran sosial, organisasi keagamaan, penjaga sistem ritual hingga perjuangan dalam mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa melalui dunia pendidikan. Kesemua aspek itu dipaparkan dengan sederhana, mengikuti pola hidup yang ditempuh sang kiai kampung, untuk mengambil berbagai teladan dari karakter yang sudah diinternalisasikan dalam kehidupan keseharian mereka.
Buku ini diakui sangat penting sebagai dokumentasi awal. Masih banyak tokoh lain yang bisa digali, ditelusuri dan ditulis. Menulis tentang kiai dan nyai kampung merupakan upaya mulia merawat warisan keteladan dalam membangun Nusantara. Kiprah mereka akan dilupakan jika tidak ditulis.
Judul Buku : Cahaya Sang Kiai, Meneladani Perjuangan & Pengabdian Kiai Kampung
Penulis : M Farhan Rafi dkk
Edisi : l, Januari 2026
Penerbit : CV Nakomu (Anggota IKAPI)
Ukuran : 14,8 x 21 cm
Tebal : xiv + 182 halaman
ISBN : 978-623-142-355-9
Artikel Terkait
Tegas, Kiai di Jombang Ini Katakan lndonesia Tidak Merdeka Jika Tak Ada Resolusi Jihad
Siapa Gus Izza Sadewa? Ini Profil Putra Pengasuh Ponpes Kiai Mojo Jombang yang Mendadak Viral Kaitkan Makna Tauhid dengan Merek Rokok