Minggu, 19 Juli 2026

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB
Cover buku Cahaya Sang Kiai karya M Farhan Rafi dkk. (SketsaNusantara.id)
Cover buku Cahaya Sang Kiai karya M Farhan Rafi dkk. (SketsaNusantara.id)

Baca Juga: Viral Sopir Ambulans di Banten Adu Mulut dengan Panitia Pesta Pernikahan, Diduga Gara-gara Parkiran: Nyawa Lebih Penting

Kiai dan nyai tidak semuanya bekerja dalam aras media. Lebih banyak lagi yang bekerja dalam aras kesunyian. Bagi mereka, mengajarkan agama dalam berbagai bentuk adalah aktualisasi kesalehan. Hal ini dilakukan sepanjang mereka hidup. Mereka tidak memerdulikan publikasi.

Tidak heran jika kemudian banyak kiai kampung yang belum ditulis daripada yang sudah ditulis. Dalam konteks semacam inilah maka penerbitan buku Cahaya Sang Kiai ini menemukan titik signifikansinya.

Tidak semua kiai dan nyai memiliki pesantren sebagaimana yang nama-namanya diuraikan di buku ini. Namun masyarakat memberikan pengakuan akan kiprah penting mereka. Sayangnya perhatian terhadap para penempuh jalan sunyi kebajikan ini belum banyak. Riset, buku dan tulisan-tulisan terkait kehidupan, pribadi dan kiprah mereka sangat terbatas.

Baca Juga: Rekam Jejaknya Bukan Main, Inilah Profil Mega Satria yang Resmi Menjabat Sebagai Direktur Keuangan Pertamina, Kekayaannya Tembus 45 M!

Sebanyak 33 nama kiai kampung dan nyai yang namanya ditulis di dalam buku Cahaya Sang Kiai ini, menurut Ngainun Naim, tidak semuanya memiliki basis rekognisi yang kuat. Ada yang memiliki keempatnya,l Aziz Mansur. Namun ada yang kuat dalam kualitas pribadi.

Buku Cahaya Sang Kiai ini merupakan pemotretan yang dilakukan para penulis terhadap sosok kiai kampung. Mulai dari peran sosial, organisasi keagamaan, penjaga sistem ritual hingga perjuangan dalam mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa melalui dunia pendidikan. Kesemua aspek itu dipaparkan dengan sederhana, mengikuti pola hidup yang ditempuh sang kiai kampung, untuk mengambil berbagai teladan dari karakter yang sudah diinternalisasikan dalam kehidupan keseharian mereka.

Buku ini diakui sangat penting sebagai dokumentasi awal. Masih banyak tokoh lain yang bisa digali, ditelusuri dan ditulis. Menulis tentang kiai dan nyai kampung merupakan upaya mulia merawat warisan keteladan dalam membangun Nusantara. Kiprah mereka akan dilupakan jika tidak ditulis.

Judul Buku       : Cahaya Sang Kiai, Meneladani Perjuangan & Pengabdian                           Kiai Kampung

Penulis             : M Farhan Rafi dkk

Edisi                : l, Januari 2026

Penerbit           : CV Nakomu (Anggota IKAPI)

Ukuran            : 14,8 x 21 cm

Tebal               : xiv + 182 halaman

ISBN               : 978-623-142-355-9

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X