Pendamping desa pada hakikatnya hadir untuk memampukan desa, bukan menggantikannya. Keberhasilan pendampingan diukur bukan dari seberapa besar peran pendamping terlihat, melainkan dari sejauh mana desa mampu mengambil keputusan secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: KNKT Ungkap Kemungkinan Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Maros
Hari Desa Nasional menjadi pengingat bahwa pembangunan desa adalah proses panjang yang memerlukan kesabaran, konsistensi, dan kerja bersama. Apresiasi patut diberikan kepada para pendamping desa yang terus bekerja dengan dedikasi di tengah dinamika kebijakan dan tantangan lapangan. Pada saat yang sama, ruang refleksi dan perbaikan harus tetap terbuka agar pendampingan desa senantiasa relevan dengan tujuan awalnya.
Pada akhirnya, desa yang kuat tidak lahir dari pendampingan yang dominan, melainkan dari pendampingan yang tepat peran, tepat waktu, dan berpihak pada kemandirian desa.***
*Koordinator TPP Provinsi Jawa Timur
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Diakui Dunia, Desa Wisata Wukirsari Bantul Raih Predikat 55 Desa Wisata Terbaik Dunia
Gunung Api Purba dan Embungnya Mendunia! Inilah Pesona Desa Wisata Nglanggeran di Gunungkidul yang Jadi Magnet Wisata
7 Alasan Desa Wisata Krebet Bantul di Yogyakarta Menarik Dikunjungi, Ada Kerajinan Batik Kayu sampai Prestasi Nasional